POJOKSATU.ID - Warga di kawasan Ruko Baranangsiang, Kota Bandung, digegerkan oleh penemuan yang diduga bom di depan pintu Gereja GKPS, 19 Desember 2025.

Penemuan tersebut langsung memicu kepanikan warga dan jemaat yang berada di sekitar lokasi, mengingat posisi benda berada di area rumah ibadah yang kerap ramai aktivitas.

Begitu laporan diterima, aparat kepolisian segera bergerak cepat ke lokasi.

Baca Juga: Bantuan 30 Ton Beras UEA Dikembalikan, Bobby Nasution Akhirnya Angkat Bicara

Sejumlah anggota bersenjata lengkap tampak memasang garis polisi dan menutup akses menuju area gereja serta ruko di sekitarnya.

Polisi juga meminta warga dan jemaat untuk segera menjauh demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.

"Bapak ibu silakan keluar demi keamanan bersama," ujar seorang anggota polisi, dikutip dari CNN, 19 Desember 2025.

Baca Juga: Kabar Gembira ASN Boleh WFA Akhir Tahun! Pemerintah Pastikan Pelayanan Publik Tetap Aman dan Lancar

Situasi di sekitar lokasi sempat menegang. Warga yang awalnya berkerumun karena penasaran langsung dihalau petugas.

Beberapa pemilik ruko menutup usahanya lebih awal, sementara aktivitas di sekitar kawasan Baranangsiang mendadak lumpuh.

Arus lalu lintas di sekitar lokasi pun sempat dialihkan guna mendukung proses sterilisasi.

Baca Juga: Gabungan Ormas Geruduk Kantor Dinas PUPR Karawang, Pertanyakan Izin Bangunan Holywings

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap benda tersebut.

Tim penjinak bahan peledak (jibom) dikabarkan telah disiagakan untuk memastikan apakah benda tersebut benar-benar merupakan bom aktif atau hanya benda lain.

Polisi belum memberikan keterangan resmi terkait jenis, asal-usul, maupun tingkat bahaya dari benda mencurigakan tersebut.

Namun, langkah pengamanan ketat dilakukan sebagai prosedur standar untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Terutama karena lokasi berada di tempat ibadah yang sensitif dan memiliki nilai simbolik tinggi.

Baca Juga: ASEAN Undergraduate Scholarship 2026 Dibuka, Kuliah S1 Gratis di Kampus Top Singapura

Kejadian ini kembali memunculkan kekhawatiran publik terkait keamanan rumah ibadah.

Sejumlah warga mengaku trauma dan cemas, mengingat beberapa insiden serupa di masa lalu pernah berujung pada teror nyata.

Aparat pun mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi.

Baca Juga: WFA Nataru 2025 Diberlakukan 29–31 Desember, Pemerintah Tegaskan Tak Potong Cuti dan Upah

Pihak gereja GKPS belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian ini.

Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, seluruh aktivitas ibadah dan kegiatan internal gereja untuk sementara dihentikan hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.

Aparat menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan secara profesional dan transparan.

Baca Juga: Masih Bisa Kuliah Gratis! Begini Cara Daftar KIP Kuliah 2026 Meski Tak Punya KIP

Polisi juga membuka kemungkinan penyelidikan lanjutan apabila ditemukan unsur kesengajaan atau indikasi tindak pidana terorisme.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di ruang publik dan tempat ibadah.

Aparat mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan benda mencurigakan di lingkungan sekitar dan tidak mencoba menangani sendiri demi keselamatan bersama.***