POJOKSATU.ID - Kebakaran yang melanda Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan.

Dan Hortikultura Provinsi Jambi di Kecamatan Jambi Selatan, Minggu 23 November 2025.

Tak hanya menimbulkan kepanikan, tetapi juga memunculkan keluhan serius dari aparat terkait lambannya respons akibat kemacetan parah di jalan raya.

Kapolsek Jambi Selatan, AKP Helrawaty Siregar, mengungkapkan bahwa mobil patroli kesulitan mencapai lokasi kebakaran meski sudah mengaktifkan lampu rotator.

Baca Juga: Kilas Balik Alvaro Bocah Hilang 8 Bulan Lalu di Masjid Kini Ditemukan Tewas, Satu Pelaku Diamankan

Banyak pengendara disebut tidak memberikan ruang jalan, sehingga laju kendaraan dinas terhambat ketika waktu penanganan sangat krusial.

Helrawaty menegaskan, itu dua mobil yang baru mau minggir. Lampu rotator sudah hidup, tapi tetap tidak ada yang memberi jalan.

"Itu menyedihkan saya, padahal kita tidak dalam rangka main-main,” ujarnya di lokasi kebakaran.

Kemacetan yang padat membuat Helrawaty terpaksa turun dari mobil dan berlari dari simpang Mapolda Jambi menuju lokasi kebakaran.

Baca Juga: Kemendiktisaintek Tawarkan Program Tendik Berdampak, Penguatan Kompetensi dan Profesionalisme, Ini Kegiatan dan Cara Daftarnya

Jarak yang sebenarnya tidak terlalu jauh itu tetap menjadi tantangan karena situasi lalu lintas yang macet total.

“Kita tidak mungkin teriak-teriak. Tapi dalam situasi darurat, kita butuh akses cepat,” tegasnya.

Ia berharap warga lebih memahami pentingnya memberikan jalan bagi kendaraan dinas.

Khususnya saat terjadi insiden kebakaran atau keadaan darurat lainnya.

Menurutnya, keterlambatan beberapa menit saja bisa memperburuk kondisi di lokasi kejadian.

Selain hambatan lalu lintas, Helrawaty juga mengungkapkan bahwa.

Petugas terpaksa mengambil langkah cepat di lokasi untuk mencegah api merembet lebih luas.

Salah satunya adalah mendobrak pagar taman kanak-kanak (TK) dan pagar gedung pertanian demi memutus akses api.

Baca Juga: Filosofi Pelatih Antar SMAN 3 Karawang Jadi Juara Umum LKBB 2025

“Saya minta maaf. Tadi ada yang komplain ke saya. Kalau kepala sekolah atau pengelola TK keberatan, saya mohon maaf.

Pagar itu kita dobrak demi kemaslahatan bersama. Kalau api sudah nyeberang, mau jadi apa kita semua?” ujarnya.

Kebakaran di gedung UPTD tersebut berhasil ditangani setelah tim gabungan polisi dan pemadam kebakaran melakukan upaya pemadaman intensif.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih diselidiki lebih lanjut.***