POJOKSATU.ID - Insiden mengejutkan terjadi di wilayah Jetis, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Sebanyak 80 orang yang terdiri dari siswa dan guru dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mayoritas korban merupakan pelajar dari salah satu SMP negeri di kawasan tersebut. Selain itu, terdapat juga beberapa siswa dari sekolah lain serta guru yang ikut terdampak.

Gejala yang dialami pun cukup mengkhawatirkan. Para korban mengeluhkan mual, muntah, diare, hingga pusing.

Baca Juga: 3.698 PPPK di Lhokseumawe Terancam? Wali Kota Langsung Bertemu Kemendagri, Ini Penjelasannya

Uniknya, keluhan tersebut tidak langsung muncul setelah makan, melainkan baru dirasakan keesokan harinya saat para siswa kembali beraktivitas di sekolah.

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul langsung bergerak cepat begitu menerima laporan.

"Kalau dari Satgas Kabupaten berharap tutup dulu sementara hingga diketahui penyebabnya apa. Tapi tadi SPPG dari korwil sudah laporan ke pusat dan tinggal tunggu keputusannya seperti apa," kata Hermawan Setiaji, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bantul, Selasa (14/4/2026).

Puluhan korban segera dilarikan ke Puskesmas Jetis 2 untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Sidang Gugatan MBG di MK, Kenapa Program Prioritas Prabowo Mendompleng ke Anggaran Pendidikan 2026

Meski jumlah korban cukup banyak, kabar baiknya tidak ada yang harus menjalani rawat inap.

Kondisi mereka secara umum mulai membaik dan sebagian besar hanya membutuhkan perawatan jalan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bantul mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan tersebut.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Menu makanan yang dikonsumsi para siswa sebelumnya terdiri dari nasi, ayam bakar, sayur sawi, tahu goreng, dan buah semangka.

Kini, sampel makanan tersebut tengah diteliti untuk memastikan penyebab pasti insiden ini.

Pihak berwenang juga masih melakukan pendataan lanjutan, mengingat SPPG tersebut diketahui mendistribusikan makanan ke puluhan sekolah lain di wilayah yang sama.

Baca Juga: Miris! Nakes PPPK Paruh Waktu di Maluku Tengah Cuma Digaji Rp500 Ribu, Kebijakan Pemda Dipertanyakan

Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut program pemenuhan gizi yang seharusnya memberikan manfaat bagi siswa.

Pemerintah pun berjanji akan mengusut tuntas penyebab kejadian ini demi menjamin keamanan konsumsi di masa mendatang.***