POJOKSATU.ID- Memakai jilbab tanpa menggunakan daleman (ciput) berimbas pada pembotakan 19 siswi di SMP Negeri 1 Sidodadi Lamongan, Jawa Timur, hal itu kemudian menjadi sorotan dari beberapa pihak.

Menurut Ketua Tanfiziah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) mengaku prihatin atas pembotakan 19 siswi karena berjilbab tanpa memakai daleman kerudung atau ciput di SMP Negeri 1 Sidodadi Lamongan, Jawa Timur tersebut.

"Oknum guru SMP Negeri 1 Sidodadi Lamongan, Jawa Timur itu sangat tercela, intimidatif tindakannya. Apalagi, pemakaian ciput dalam jilbab sebenarnya tidak diwajibkan dalam agama," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu 30 Agustus 2024.

Baca Juga: Nama Hoki

Meskipun oknum guru itu mungkin bertujuan baik, menurut anggota DPR RI Dapil Lamongan dan Gresik itu, tetap tak dibenarkan gunakan cara-cara yang tidak baik hingga berujung pembotakan 19 siswi di SMP Negeri 1 Sidodadi

Seharusnya, kata Gus Falah, oknum guru itu melakukan cara-cara yang baik dan santun bila ingin siswinya menggunakan ciput dalam berjilbab.

"Seharusnya sang guru mengajak siswinya pada kebaikan dengan cara yang baik dan penuh kesantunan, mauidhatul hasanah. Dalam Islam, tak dibenarkan melakukan amar makruf dengan cara-cara mungkar," katanya menegaskan.

Baca Juga: Hukuman Apa yang Pantas untuk Praka Riswandi Manik Cs? Hukum Mati Cukup? Atau Lempar ke Markas OPM saja?

Gus Falah mendesak negara, terutama pemerintah daerah setempat, untuk menindak oknum guru tersebut.

Ia juga meminta pemda untuk menangani dampak psikologis para siswi korban pembotakan.

"Saya mengapresiasi Dinas Pendidikan Lamongan yang telah menarik oknum guru itu dari kegiatan mengajar. Pemda juga harus memastikan agar peristiwa semacam ini tak terjadi lagi di seluruh sekolah di Lamongan," kata putra dari ulama NU Ponorogo K.H. Amru Al Mu’tasyim itu.

Baca Juga: Mengenang Kosasih Kartadiredja, Wasit Indonesia Pertama Berlisensi FIFA, Dijuluki King Kobra Asia

Sebelumnya, tindakan itu dilakukan oleh oknum guru berinisial EN pada hari Rabu (23/8/2023).

Dia membotaki rambut bagian depan para siswi dengan mesin cukur karena mereka menggunakan jilbab tanpa ciput.

Padahal, tidak ada aturan yang mewajibkan sisi harus mengenakan ciput di SMPN 1 Sukodadi, alhasil pembotakan 19 siswi kini menuai protes. ***