POJOKSATU.id, JAKARTA — Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo diusulkan menjadi Ketua Tim Sukses atau Ketua Tim Pemenangan Anies-Cak Imin (AMIN).
Selain Gatot Nurmantyo, tiga mantan jenderal matra laut atau Kepala Staf Angkatan Laut juga layak jadi ketua tim sukses Anies-Cak Imin yaitu Ade Supandi, Slamet Soebijanto atau Tedjo Edhy Purdijatno.
Usulan nama ketua tim sukses Anies-Cak Imin tingkat nasional dari kalangan mantan Jenderal TNI atau Laksamana TNI ini disampaikan Koordinator Nasional Komunitas Pecinta Mas Anies (Kopi Manies), Siswanto Rusdi.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Tanggapi Tudingan Dirinya Boneka Megawati
Menurut Siswanto Rusdi, sosok yang layak mengemban ketua timnas pemenangan adalah mantan Panglima TNI atau kepala staf angkatan.
"Kapten Timnas Pemenangan Amin, saya kira harus orang yang mengerti geopolitik, bahkan konstelasi maritim dunia," ujar pria yang juga Direktur National Maritime Institute (Namarin) ini, Senin (18/9).
Dia menyebutkan nama Panglima TNI periode 2015-2017 Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo.
Kemudian Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) periode 2014-2018 Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi Kemudian Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto merupakan Kasal periode 2005-2007.
Dan juga Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno, KASAL periode 2008-2009, serta pernah menjabat Menko Polhukam pada 2014-2015.
"Selain Jenderal Gatot, saya kira Laksamana Ade Supandi, Slamet Soebijanto atau Tedjo Edhy layak jadi kapten timnas Amin," jelasnya.
Alasan Siswanto mengusulkan nama-nama tersebut, karena meyakini pengaruh bekas petinggi TNI masih diperhitungkan dalam dunia politik di Indonesia.
Baca Juga: Analisa Pengamat, SBY Sengaja Pilih Prabowo Karena Hubunganya dengan Megawati Belum Harmonis
Selain itu, di kubu Prabowo dan Ganjar juga sudah bertebaran mantan perwira tinggi TNI yang menjabat sebagai tim pemenangan atau tim sukses.
Di kubu Ganjar Pranowo sudah ada nama Jenderal (Purn) Andika Perkasa. Sementara di kubu Prabowo, Prabowo adalah seorang jenderal.
Bahkan di belakangnya saat ini sudah ada nama Wiranto, Agum Gumelar dan SBY.
“Nah di kubu AMIN juga perlu para jenderal untuk mengimbangi," pungkasnya.***




