POJOKSATU.id, JAKARTA-- Ketua Umum Ganjarian Spartan, HM Guntur Romli, menanggapi duet Anies-Cak Imin yang deklarasi di kandang Banteng atau Jawa Timur. Identitas Jatim mau diambil alih Anies-Cak Imin.
Menurut Guntur Romli, Banteng-banteng Muda PDIP tidak ingin identitasnya direbut dan diklaim oleh pendukung Anies-Cak Imin.
"Arek-arek Suroboyo tak rela identitasnya direbut dan diambil Anies-Imin. Mereka melakukan kontrapropaganda dengan cara yang asyik dan riang gembira," ujar HM Guntur Romli, dalam akun media sosialnya, Minggu (3/9).
Aksi para Banteng-banteng Muda ini, kata Guntur, seolah-olah ingin menyiratkan pesan bahwa mereka tidak buta, tuli, atau bisu.
Baca Juga: Tiga Separatis Papua Tewas Disergap TNI di Kampung Aluguru Nduga, Ini Kata Pangdam Cenderawasih
Selain itu, Banteng Muda juga selalu waspada dengan segala upaya infiltrasi politik, permainan persepsi dan propaganda yang mengancam teritorinya.
Menurut Guntur, politik adalah permainan persepsi. Jalurnya lewat propaganda. Anies-Imin pilih Surabaya sebagai tempat deklarasi punya tujuan khusus. Mereka sedang kirim pesan "kami mencengkram Jawa Timur".
"Identitas Jawa Timur ini yang mau diambil Anies-Imin. Persepsi sedang dibangun. Propaganda dilakukan melalui acara deklarasi di Hotel Majapahit, yang dulu bernama Hotel Yamato,” katanya.
“Tempat di mana Arek-arek Suroboyo merobek warna biru bendera Belanda sehingga tinggal merah putih. Ya warna biru, warna Partai Nasdem juga," sindir Guntur.
Baca Juga: Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono Dikerjai Prabowo, Disuruh Nyanyi di Atambua NTT
Kandang Banteng
Jika Anies-Imin ingin mengambil identitas Jawa Timur, itu tidak mudah. Sebab pada Pemilu 2019 lalu, PKB bukan partai pemenang.Posisinya sudah digeser PDI Perjuangan, meski selisihnya tidak banyak.
PDIP meraih 4.319.666 suara, sementara PKB 4.198.551 suara. Sedangkan Nasdem 2.190.169 suara.
Tapi jika bicara Kota Surabaya, ungkapnya, jelas kandang Banteng. Pada Pemilu 2019 PDI Perjuangan meraih 15 kursi. PKB 5 kursi, dan Nasdem 3 kursi.
"Surabaya juga identik dengan Ibu Risma. Walikota paling tersohor sebagai kader PDI Perjuangan. Walikota Surabaya saat ini pun, Mas Eri Cahyadi, juga kader PDI Perjuangan," ungkapnya dilansir RMOL.
Baca Juga: Dipimpin Ketum AHY, Besok Partai Demokrat akan Bahas Kelanjutan Arah Politik Usai Ditinggal Anies
Artinya, Anies-Imin memang masuk kandang Banteng. Hal ini sebenarnya biasa dalam politik. Namun acara deklarasi capres dan cawapres tak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi ada persepsi yang hendak dibangun.
"Ada propaganda yang sedang disusun. Ini ibarat menempel tulisan capres-cawapres Anies-Imin di pintu masuk kandang Banteng. Sementara PDI Perjuangan sudah solid mendukung Ganjar Pranowo," ujarnya.
Lantas, Guntur mengaku teringat pidato Bung Tomo yang waktu itu menyebut-menyebut nama banteng.
Baca Juga: Luhut Harap PDIP Pilih Khofifah Dampingi Ganjar Pranowo, Pernah Melejit Jadi Menteri Muda
"Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih, maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga," tandas Guntur.
Diketahui, saat Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Anies-Imin) mendeklarasikan diri sebagai calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) 2024 di Hotel Majapahit, Jalan Tunjungan, Kota Surabaya, Sabtu (2/9).
Di luar hotel, puluhan kader PDIP bersama penyanyi jalanan, seniman, dan musisi terlihat riang gembira menyanyikan dukungan ke Ganjar, yang diusung PDIP sebagai capres penerus Jokowi.
Para kader yang terdiri dari Banteng-banteng Muda ini, tak canggung meneriakkan yel-yel untuk Ganjar Pranowo.***




