POJOKSATU.ID - Warga Desa Sinar Kedaton, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Digemparkan oleh penemuan jasad seorang guru muda di dalam kontrakan kecilnya, Rabu (19/11/2025).

Korban yang diketahui bernama Sayidatul Fitria, 27 tahun, ditemukan dalam kondisi mengenaskan tangan dan kaki terikat, mulut tersumpal kain, serta tidak lagi bernyawa saat petugas tiba di lokasi.

Baca Juga: DPRD Banten Pastikan RAPBD 2026 Pro-Rakyat, Fokus Pendidikan, Kesehatan & UMKM

Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi rekan dan murid korban.

Beberapa bulan terakhir, Sayidatul dikenal sedang berbahagia karena baru saja diangkat sebagai ASN PPPK pada 1 Oktober 2025.

Sebelum itu, ia bertahun-tahun mengabdi sebagai guru honorer dengan gaji ratusan ribu rupiah.

Pengangkatan sebagai ASN menjadi harapan baru bagi masa depannya, namun kebahagiaan itu harus terhenti secara tragis.

Baca Juga: Cek Disini! Jadwal dan Besaran THR Natal 2025 untuk PNS, CPNS, PPPK Sesuai PP 11/2025

Sayidatul bertugas sebagai guru di SMP Negeri 46 OKU.

Karena tempat kerjanya jauh dari rumah keluarga, ia tinggal seorang diri di sebuah kontrakan sederhana yang kemudian menjadi lokasi pembunuhan.

Rekan kerja menyebut korban sosok pendiam, tekun mengajar, dan tidak pernah terlibat masalah.

Baca Juga: Tampil Profesional Ketika Interview: Panduan Gaya Formal yang Simpel tapi Elegan

Penemuan jasad korban berawal dari kecurigaan tetangga sekitar yang tidak melihat aktivitas korban sejak pagi.

Lampu kontrakan menyala terus, namun pintu tertutup rapat. Saat beberapa warga mencoba memanggil, tidak ada respons.

Laporan pun diteruskan ke perangkat desa dan akhirnya diteruskan ke pihak kepolisian.

Baca Juga: Jajanan Tradisional Gaya Kekinian! Begini Cara Kuliner Indonesia Beradaptasi dengan Zaman

Ketika pintu dibuka paksa, kondisi korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Polisi dari Polres OKU langsung memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Beberapa barang bukti di lokasi telah diamankan, termasuk benda-benda yang diduga digunakan pelaku untuk mengikat korban.

Baca Juga: Budidaya Maggot, Usaha Murah yang Cepat Balik Modal dan Banyak Dicari!

Hingga kini, polisi masih mendalami motif serta mengidentifikasi pelaku yang diduga sudah merencanakan aksinya.

Kapolres OKU menyatakan bahwa penyidik sedang mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, memeriksa saksi-saksi, dan menelusuri jejak terakhir korban sebelum kejadian.

Polisi menegaskan bahwa kasus ini menjadi prioritas, mengingat kekejaman cara pelaku membunuh korban.

Kematian Sayidatul memicu gelombang keprihatinan di media sosial.

Baca Juga: Siapkan 3 Paket Bansos Tambahan Akhir Tahun 2025 untuk 35 Juta KPM, Begini Respon Kemensos!

Banyak netizen menyoroti perjuangan guru honorer yang kerap menjalani kehidupan serba terbatas demi bisa mengajar, namun justru menghadapi tragedi ketika baru meraih kepastian status kepegawaian.

Keluarga korban berharap pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya.

Mereka menyampaikan bahwa Sayidatul merupakan anak yang berbakti dan sangat mencintai profesinya sebagai pendidik.

Kini, harapan itu harus berakhir dengan luka dan duka mendalam.

Pihak kepolisian meminta masyarakat menunggu perkembangan resmi dan tidak menyebarkan spekulasi.

Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap motif dan memastikan pelaku tidak lolos dari jerat hukum.***