POJOKSATU.id -  Heboh di Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam, mendadak pecah menjadi kepanikan pada Jumat siang 6 Febuari 2026.

Sebuah mobil operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (MBG) yang biasanya mengantar makanan sehat, justru membawa “petaka” tak terduga setelah sang sopir diduga mengalami depresi akibat gaji yang belum cair.

Kesaksian warga menyebut mobil tersebut sudah melaju tidak stabil sejak melintas dari arah Wonotirto.

Baca Juga: TikTok Tegaskan Tokopedia Tak Ditutup, Tetap Beroperasi dan Terus Dikembangkan

Sejumlah pengguna jalan bahkan nyaris terserempet sebelum insiden puncak terjadi.

Kendaraan itu menghantam Gerbang SDN Clapar, membuat pagar tembok roboh akibat benturan keras. Beruntung tidak ada siswa di titik benturan saat kejadian.

Namun drama tidak berhenti di situ. Warga yang bergegas menolong sang sopir justru diserang balik.

Baca Juga: Heboh Zulhas Udah Diusulkan Jadi Wakil Presiden 2029 Bersama Prabowo, Sebut Dirinya Kalah Terus Selama 15 Tahun!

Alih-alih menerima pertolongan, sopir MBG itu keluar dari kendaraan dengan emosi meledak-ledak dan memukul beberapa warga yang berusaha membantunya.

Keributan fisik pun tak terhindarkan sebelum aparat kepolisian tiba di lokasi.

Polisi langsung mengamankan sopir dan kini melakukan pendalaman terkait kondisi kejiwaan serta motif di balik aksi nekat tersebut.

Baca Juga: KPK Engga Ada Capenya! Kini KPK Panggil Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Jual Beli Gas!

Dugaan sementara mengarah pada tekanan mental akibat gaji yang menunggak, namun aparat masih menelusuri kemungkinan faktor lain, termasuk pengaruh obat-obatan atau alkohol.

Peristiwa di SDN Clapar ini menjadi catatan serius tentang pentingnya kesejahteraan tenaga lapangan.

Gaji tertunda memang menyakitkan, tetapi melampiaskan frustrasi dengan menghancurkan fasilitas umum dan menyerang warga jelas bukan jalan keluar.

Tak hanya itu sekarang sang sopir harus menanggung konsekuensi hukum serta potensi ganti rugi atas kerusakan gerbang sekolah.***