POJOKSATU.id, MALANG—Viralnya kasus pelecehan dokter kandungan Iril Syafril SpOG di Garut Jabar, memicu keberanian bagi korban dari oknum dokter-dokter cabul lainnya.
Korban berinisial QAR (31) asal Bandung bahkan sempat bungkam dan trauma selama 3 tahun sampai menunggu momen kasus Garut viral dulu.
Korban QAR mendapat tindakan pelecehan dari seorang dokter IGD RS Persada Kota Malang, Jatim, bernama Ardhitya Yoga atau AY.
Kejadian itu terjadi pada September 2022 lalu saat korban berobat ke IGD RS Persada Kota Malang karena menderita vertigo dan sinusitis berat.
Korban oknum dokter di IGD RS Persada Kota Malang ini tercatat ada empat orang hingga Senin dan kemungkinan akan bertambah.
Baca Juga: Kronologi Kasus Ardhitya Yoga Pramantara, Dokter Umum di Malang Diduga Lecehkan Pasien Rawat Inap
Terbongkarnya Pelecehan
Kasus ini pertama kali terungkap melalui unggahan viral akun Instagram @qorry*** yang mengaku sebagai korban.
“Bismillah, di sini aku beraniin buat speak up karena ramainya berita kasus-kasus dokter cabul yang semakin marak. Semoga tidak ada korban selanjutnya,” tulis QAR dalam caption unggahan yang dilihat Senin (21/4/2025).
QAR mengungkapkan bahwa saat itu dirinya datang ke IGD rumah sakit untuk mendapat penanganan.
Setelah menjalani pemeriksaan, termasuk rontgen, seorang dokter umum yang menangani QAR memberikan nomor WA pribadi dengan alasan akan mengirimkan hasil pemeriksaan.
Baca Juga: Tampang Ardhitya Yoga Pramantara, Dokter Umum di Persada Hospital Malang Diduga Lecehkan Pasien
Namun, keesokan harinya, dokter ini justru mulai mengirimkan pesan-pesan pribadi dan seperti mencari perhatian.
Mulai dari pesan WA “Pagi. Sudah bangun?” hingga “Met istirahat ya,”, bahkan menawarkan minuman.
Dokter ini juga datang ke kamar rawat QAR dengan dalih menjenguk pasien sambil membawa stetoskop.
“Awalnya masih saya anggap pemeriksaan biasa. Tapi saat dia suruh buka baju dengan alasan cek jantung dan menarik tali baju pasien saya, saya mulai merasa tidak nyaman,” ungkap QAR.
Menurut pengakuannya, pemeriksaan tersebut berlangsung lama dan menyasar bagian-bagian sensitif seperti dada atau payudara.
QAR menduga dokter itu sempat merekam menggunakan ponselnya yang diarahkan ke tubuhnya.
“Saya yakin dia bukan sedang balas WA, tapi malah ambil gambar. Saya langsung nutup baju dan bilang mau istirahat karena takut,” lanjutnya.
Kamar inap atau kamar pasien QAR memang sendirian di kamar VIP. Setelah tiga tahun bungkam, QAR melaporkan dugaan pelecehan ini ke Polresta Malang pada Jumat (18/4/2025).
Didampingi kuasa hukumnya, Satria Marwan, QAR datang langsung dari Bandung ke Malang untuk menempuh jalur hukum.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Malang Kota, Iptu Yudi Risdianto, mengatakan laporan korban QAR telah diterima dan masih dalam proses penyelidikan.
Mereka juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban dokter YA di IGD RS Persada Malang agar melapor ke polisi. Hingga kini, baru ada satu korban melapor namun ada kemungkinan jumlah korban bertambah.***




