POJOKSATU.id, KARAWANG - Di bulan suci Ramadan 1444 Hijriyah, Puluhan Komunitas dan Ormas Islam yang tergabung dalam Kolaborasi Komunitas Karawang, kembali berbagi kasih dan kebaikan dengan menyalurkan santunan senilai Rp200 juta kepada 1.000 anak yatim se-Kabupaten Karawang.
Kegiatan pemberian santunan anak yatim itu bertemakan "Ramadhan Ceria Bersama Anak Yatim" yang berlangsung di Aula Husni Hamid Komplek Kantor Bupati Karawang, Minggu (16/04/2023).
Rizky, Ketua Panitia Pelaksana Kolaborasi Komunitas Karawang, menyampaikan program berbagi dilakukan atas kerjasama dengan berkolaborasinya komunitas dan ormas Islam di Kabupaten Karawang dan disambut antusias oleh ribuan anak yatim.
"Ada 22 komunitas kita bersama menggelar kegiatan ini. Untuk hari ini kita melakukan program berbagi 1000 yatim, tiap kecamatan antara 20 sampai 30 anak. Ada santunan, ada hiburan, tausiyah atau siraman rohani untuk anak-anak dan Kegiatan mulai dzuhur sampai maghrib," ujarnya.
Kemudian, Ia juga mengungkapkan bahwa adapun santunan yang diberikan kepada seluruh anak yatim yaitu, ada paket anak-anak, ada paket bingkisan snack, paket sekolah ada tas, terus juga ada makan berbuka dan juga takjil.
"Insyaallah ini baru pertama kali, kolaborasi komunitas di Karawang dan mereka berharap bisa terus berjalan tiap tahunnya. Minimal tiap tahunnya, termasuk dengan kegiatan-kegiatan yang lain bisa berkolaborasi," ucapnya.
Selain itu, Rizky juga mengatakan, kedepan kegiatan ini bisa memperluas jangkauan kegiatan berbagi kepada anak-anak yatim yang kurang mampu di seluruh pelosok-pelosok Kabupate Karawang yang belum tersentuh.
"Karena prioritas kita mengundang anak-anak yatim non-panti karena anak-anak non panti itu tidak dinaungi oleh panti. Jadi mereka hidup sendiri atau tidak ada naungan," ungkapnya
Lebih lanjut, Rizky juga berharap seluruh komunitas-komunitas dan ormas yang berada di kabupaten Karawang bisa bergabung bersama untuk membantu seluruh anak-anak yatim di kabupaten Karawang.
"Harapan selanjutnya adalah melalui kegiatan ini, kolaborasi komunitas ini bisa lebih baik. Ketika bergerak, bergabung bersama seperti inilah banyak manfaatnya. Jika dibandingkan kita melakukan sendiri nanggung, paling 50-100 anak, kalau bersama-sama lebih daripada itu," pungkasnya. (Ega Nugraha/Yusup/Pojoksatu)




