POJOKSATU.id - Hutan Kota Cawang tengah jadi sorotan karena diduga telah dijadikan sarang LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender).
Parahnya, kegiatan LBGT di Hutan Kota Cawang itu seperti dilakukan secara terus-menerus
Pasalnya, polisi juga sudah beberapa kali melakukan penggerebekan di Hutan Kota Cawang.
Baca Juga: Aniaya Bocah 3 Tahun Ganggu Main Catur, Wadir RSU Bahagia Makasar Dipecat
Sampai dengan pertengahan 2023 ini saja, sudah 7 kali polisi menggerebek aksi LGBT di lokasi tersebut.
Yang membuat miris adalah, ada guru dan orang-orang kaya alias high class yang ikut terjaring dalam penggerebekan LBGT tersebut.
Kepala Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur, Ipda Aman Wibowo mengatakan, mereka yang terjaring sejatinya berasal dari latar belakang yang beragam.
"Rata-rata pekerja karyawan swasta semua. Ada juga yang guru, pas ditanya bilang saya guru pak. Katanya dia juga malu karena seorang guru," kata Aman, dikutip Pojoksatu.id dari JawaPos.com, Senin 31 Juli 2023.
Dari pengakuan oknum guru tersebut, ia masuk ke dalam kelompok LGBT karena pengaruh lingkungan pertemanan.
"Saya tanya (kepada oknum guru), kenapa ikut di sini? Katanya diajak," bebernya.
Baca Juga: Betah Menyendiri usai Bercerai dari Faisal Harris, Sarita Abdul Mukti Berpikir Panjang untuk Menikah
Untuk diketahui, Hutan Kota Cawang terbilang terletak di tengah-tengah DKI Jakarta.
Akan tetapi para kaum LGBT itu juga banyak yang berasal dari wilayah satelit.
Tidak kalah mencengangkan, aktivitas LGBT di Hutan Kota Cawang itu bisa dibilang tergolong cukup mewah.
Sebab, kelompok penyuka sesama jenis itu juga banyak yang merupakan orang-orang dengan ekonomi kelas atas.
Baca Juga: Panji Gumilang Bikin Bareskrim Ngamuk, Datang Besok atau Jemput Paksa!
"Orang kaya. Ada yang bawa mobil mewah juga. Contohnya CRV. Itu, kan, lumayan mewah," kata Kasatpol PP Kecamatan Makasar, Badrudin.
Dia menyatakan, kaum LGBT di Hutan Kota Cawang tidak ada yang pakai kendaraan biasa.
"Jarang yang pakai mobil odong-odong. Jadi orang-orang high class semua," sambungnya.
Baca Juga: Recomended! 5 Cafe Outdoor Karawang 2023, Ala-ala Piknik tapi Murah
Berdasarkan hasil penelusuran, kaum LGBT tersebut kerap memarkirkan kendaraannya di tepi jalan dekat Hutan Kota Cawang di Jalan Mayjen Sutoyo.
Diduga kuat mereka masuk ke Hutan Kota Cawang dengan melalui celah pagar pembatas yang berlubang.
"Lalu berbuat mesum di sudut belakang hutan kota, sehingga tidak terpantau," kata dia.
Baca Juga: Masa Jabatan Pj Bupati dan Wali Kota Bogor Maksimal 1 Tahun, Bima Arya Jagokan Sosok Ini
Tidak kalah mencengangkan, kaum LGBT tersebut ternyata juga melakukan aktivitas seksual di lokasi tersebut.
Hal itu didukung bukti temuan adanya alat kontrasepsi sampai lotion pelumas.
Tidak hanya itu. Dia juga mengungkap bahwa aktivitas lain juga dilakukan dengan menggelar semacam show.
Baca Juga: Doktor Kuncir
"Saat penggerebekan juga didapati adanya pertunjukan show tarian erotis pria disinari gemerlap lampu," pungkas dia.***




