POJOKSATU.id, JAKARTA—Tersangka penganiayaan ringan terhadap pengendara motor di Jalan Raya Jagakarsa, Jaksel, Fredik Rysa Samuel ternyata pernah melakukan hal sama pada orang lain.
Info ini disampaikan seseorang melalui Threads. Akun bernama @botakbenda mengaku pernah memisahkan Fredik Rysa Samuel saat berkelahi di Jalan Inpres Jaksel.
Fredik saat itu menendang seseorang dari motornya. Akun ini pun menyampaikan kronologi kejadian tersebut.
"Halo admin, saya pernah misahin dia pas berantem di arah ke jalan impres. lebih tepatnya di dekat warkop yg samping toko prima. saya kebetulan lagi makan di warkop,” katanya.
Baca Juga: Kambing Verde
“Tersangka (Fredik) nendang orang gak dikenal dari motor hingga tersungkur masuk ke dalam toko plastik, saya berusaha misahin tapi saya di cekek juga alhasil saya berikan perlawanan. Tidak lama kemudian dia pergi," tulis akun ini.
Sementara akun @agusfikartan juga mengatakan kalau pelaku memang sering mengajak orang berkelahi. Akun ini diduga tetangga Fredik Rysa Samuel saat bocah.
"Bro, ini orang dari bocah, udah sengak dan tengil dan sering berantem juga, setelah pindah ternyata makin jadi wkwk, sampe akhirnya bikin rusuh viral ketangkep, wkwk," tulisnya.
Baca Juga: Menlu Sebut Indonesia Memang Tak Berencana Kirim Utusan Khusus Persemayaman Ali Khamenei
Medsos Fredik Rysa Samuel
Tersangka memiliki akun Facebook dengan nama Fredik Rysa Samuel. Namun belum ada kejelasan soal akun ini. Pertemanannya hanya 147 orang dan 1,3 ribu postingan.
Pada bionya, Fredik menulis tinggal di Jakarta Selatan. Lahir di Kediri pada 7 Februari 1989.
Fredik menulis keterangan di bio kalau ia merupakan lajang.
Fredik terakhir membuat postingan pada 6 Juni 2026.
“Lakukan yang kita bisa dengan apa yang kita punya dimanapun kita berada saudaraku saudariku. Bismillah berkah barokah dunia akhirat kita,” jelasnya di akun ini.
Pada postingan lain, ia membagikan tulisan soal pertemanan.
"Pelajaran hari ini, jangan gantungkan diri kita sama orang lain. Siapaaaaaapun itu, jangan.Berdiri sendiri, sembuhin sendiri. Ga semua teman saudara bahkan orang terdekatpun, selalu ada buat kita. Mereka punya dunianya, mereka punya hidup mereka sendiri. Ga melulu harus ada buat kita," tulisnya di profil Facebooknya.***




