POJOKSATU.ID – Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) memperketat proses seleksi calon peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dengan melibatkan psikolog hingga psikiater.

Kebijakan ini diterapkan setelah kasus pemerkosaan yang dilakukan dokter residen anestesi, Priguna Anugerah Pratama, di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada April lalu.

Dekan FK Unpad, dr Yudi Mulyana Hidayat, menegaskan bahwa calon peserta PPDS kini akan menjalani rangkaian tes psikotes dan pemeriksaan kesehatan mental sebelum diterima.

Baca Juga: SK Inpassing Tak Lagi Jadi Patokan Tunjangan, Ini Kebijakan Baru Puslapdik

“Nanti kami melibatkan psikolog, psikiater, dan sebagainya. Prosesnya dimulai dari psikotes. Jika ada indikasi penyimpangan atau gangguan mental, maka akan ditindaklanjuti ke psikiater,” ujarnya di Gedung MCHC RSHS Bandung.

Langkah ini diambil untuk memitigasi risiko adanya calon peserta didik yang memiliki kelainan seksual atau gangguan kejiwaan.

“Kami harus bisa mendeteksi sejak awal, termasuk gangguan jiwa yang kompleks seperti bipolar. Ini demi keamanan dan kenyamanan masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga: Plt Kadisdik Madina Sikapi Utang Tes IQ Rp 1,6 Miliar, Kewajiban Daerah Membayarnya Tahun 2025

Yudi menambahkan, jika calon peserta terdeteksi memiliki penyimpangan seksual, universitas akan menolak yang bersangkutan.

“Kalau ada indikasi, ya harus ditolak. Ini bukan soal diskriminasi, tapi kami harus memikirkan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Kasus pemerkosaan oleh Priguna menjadi pelajaran penting bagi dunia pendidikan kedokteran.

Baca Juga: Dari Masa Keemasan ke Sunyi Kelas: Tamansiswa Bandung yang Dulu Melahirkan Para Tokoh, Kini Hanya Punya Satu Siswa Baru

Berdasarkan pemeriksaan psikologi oleh Polda Jabar, Priguna diketahui menderita fetish, yaitu kelainan seksual dengan ketertarikan pada orang yang tidak berdaya.

Kondisi ini diduga sudah dideritanya sejak menjalani pendidikan PPDS.

“Kelainan fantasi seksual semacam fetish ini sudah muncul sejak dia mengambil spesialisasi. Faktor stres dari pekerjaan dan perkuliahan mungkin menjadi pemicu,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan.

Baca Juga: PENYEBAB Guru yang Lolos Seleksi Administrasi PPG 2024 Tetapi Belum Terpanggil Tahap 1 dan 2! Begini Arahan dari Pak Dirjen!

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov

Dengan langkah seleksi ketat ini, FK Unpad berharap insiden serupa tidak terulang, sekaligus meningkatkan kualitas dan integritas calon dokter spesialis yang akan terjun ke masyarakat. ***