POJOKSATU.ID- Polda Metro Jaya menanggapi pernyataan Ketua KPK Firli Bahuri yang menyatakan dirinya seperti orang asing di Bareskrim Polri saat menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan pemerasan terhadap eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Bareskrim Polri.
Padahal Firli Bahuri sendiri juga pernah menjadi bagian Porli yang mempunyai karir terbilang tinggi, yaitu pensiunan jenderal bintang tiga.
Namun lagi-lagi Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penyidik tetap profesional dalam menangani kasus Firli Bahuri.
Baca Juga: Novel Baswedan Ingatkan Firli Bahuri : Jangan Jadikan KPK Sebagai Tameng Kasus Dugaan Pemerasan ke SYL
"Kami jamin penyidik profesional, transparan dan akuntabel dalam melaksanakan tugas penyidikan," kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan, Selasa (21/11/2023).
Adapun mengenai pernyataan Firli Bahuri yang merasa asing, kata Kombes Ade, itu merupakan subyektifitas pribadi Firli Bahuri tentang Polri.
Hal itu juga harus ditanyakan yang bersangkutan ke Bareskrim Polri kalau dirinya merasa diasingkan di Korps Bhayangkara.
Baca Juga: Novel Baswedan Ingatkan Firli Bahuri : Jangan Jadikan KPK Sebagai Tameng Kasus Dugaan Pemerasan ke SYL
"Bisa ditanyakan yang bersangkutan. Kan itu statement beliau," ujarnya.
Sebelumnya Firli Bahuri mengaku merasa asing di Bareskrim Polri saat menjalani pemeriksaan di Dewan Pengawas (Dewas) KPK perihal laporan pelanggaran etik atas pertemuannya Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan kasus dugaan pemerasan.
Filri juga menuding kubu SYL cs selaku tersangka dugaan kasus korupsi pertanian yang kasus ditangani KPK, sedang melakukan serangan balik.
Ia pun tegas dengan gagah berani akan menghadapi.
Baca Juga: Film In Love And Deep Water si Neflix, Kejadian Pembunuhan Dramatis di Atas Kapal Pesiar
“Saya tentu bertanya 40 tahun mengabdi di lembaga Polri tapi kemarin saya harus bertanya, apa benar saya pernah mengabdi di sana. Dan mengapa markas besar itu terasa asing bagi saya,” ucap Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Senin (20/11/2023). ***



