POJOKSATU.id, PADANG-- Fikri Fernando (25) mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Padang (UNP) yang disebut hilang dikabarkan sudah ditemukan di Kabupaten Solok.

Fikri disebut saat ini berada dalam pengawasan kepolisian di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Fikri ditemukan pada Sabtu (5/9/2026).

Mahasiswa UNP angkatan 2020 ini sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak empat hari lalu.

Fikri Fernando disebut berasal dari daerah Nagari Saruaso, Tanjung Emas, Tanah Datar, Sumbar. Antara Tanah Datar ke Solok tempatnya ditemukan berjarak cukup jauh.

Kabar ditemukannya Fikri mencuat setelah sejumlah unggahan foto dan video beredar di media sosial. Dalam unggahan tersebut, terlihat Fikri berada bersama jajaran kepolisian setempat.

Baca Juga: Wajib Punya Growth Mindset! Begini Syarat Rahasia Jadi Kepala Sekolah di Sulawesi Barat

Sekretaris UNP, Erianjoni, membenarkan sosok yang berada dalam foto yang beredar di media sosial tersebut merupakan mahasiswanya dari Program Studi Matematika.

"Berdasarkan foto yang beredar, itu memang mahasiswa kami. Namun, kami belum bisa memastikan karena masih menunggu koordinasi resmi dari pihak kepolisian," ujar Erianjoni saat dihubungi, Sabtu (5/9/2026).

Erianjoni menyampaikan bahwa pihak kampus menyambut baik kabar penemuan tersebut dan berharap hal ini membawa kepastian bagi keluarga Fikri.

"Tentu kami harus menunggu alasan kenapa mahasiswa ini diamankan, apakah karena foto orang hilang yang beredar atau ada permasalahan lain. Kami masih menunggu kabar pasti. Tapi, semoga ini menjadi kabar baik bagi keluarga," kata Erianjoni.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Bantah Terima Suap Mempertahankan Pejabat di Ditjen Bea Cukai

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Solok menyatakan belum ada konfirmasi resmi maupun koordinasi dari keluarga korban terkait penanganan Fikri.

Pihak UNP pun berencana segera berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk memastikan kondisi serta motif di balik menghilangnya Fikri.

Berita sebelumnya, sebelum dinyatakan hilang, mahasiswa program studi Matematika angkatan 2020 itu sempat memberi kabar kepada pihak keluarga bahwa ia mengikuti ujian skripsi pada Senin (31/8/2026).

Namun, keterangan itu berbanding terbalik dengan catatan resmi kampus.

Sekretaris UNP, Erianjoni menyampaikan bahwa Fikri sebenarnya sudah tiga semester tidak aktif menjalani perkuliahan.

Bahkan, tenggat batas drop out (DO) baginya telah jatuh pada 21 Agustus 2026 akibat akumulasi ketidakhadiran.

"Dia mengaku ikut ujian skripsi untuk menyenangkan orangtuanya, setelah itu menghilang," ujar Erianjoni saat dihubungi, Jumat (4/9/2026).

Kebohongan Fikri ini diduga menjadi latar belakang tekanan mental yang dihadapi Fikri sehingga dia berusaha menghilangkan dirinya.

Spekulasi makin menguat setelah pihak keluarga menemukan semua barang pribadi Fikri masih tersusun rapi di kamar indekosnya.

"Kami menggali informasi ke teman-teman dekat dan rekan satu kosnya. Semoga keberadaannya segera terdeteksi," kata Erianjoni saat itu.***