POJOKSATU.ID - Warga Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dibuat heboh dengan penemuan seekor paus berukuran besar yang terdampar di kawasan Bypass Pomalaa, Selasa (3/3/2026).
Mamalia laut tersebut ditemukan di perairan dangkal tak jauh dari jalur Bypass Pomalaa. Kejadian ini langsung menyedot perhatian masyarakat sekitar.
Dalam waktu singkat, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk menyaksikan langsung keberadaan paus yang jarang terlihat di wilayah tersebut.
Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu Pindah ke Bank BSI, DPRD SBT Soroti Manajemen Keuangan Pemda
Sejumlah video dan foto peristiwa ini pun beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, tampak tubuh paus tergeletak di area perairan dangkal dengan posisi sebagian tubuhnya terlihat dari permukaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jenis paus yang terdampar maupun kondisi terkini hewan tersebut, apakah masih hidup atau telah mati.
Baca Juga: Anggaran Rp26,5 Miliar Disiapkan untuk THR ASN Lhokseumawe, 722 PPPK Paruh Waktu Belum Kebagian
Informasi terkait penyebab terdamparnya paus juga belum dapat dipastikan.
Peristiwa paus terdampar biasanya dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan arus laut, gangguan navigasi alami, kondisi kesehatan hewan, hingga faktor cuaca ekstrem.
Namun, untuk memastikan penyebabnya diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh instansi terkait.
Baca Juga: Pria-pria Bertato Datangi Walikota Jaktim, Ternyata Cuma Mau Melakukan Ini
Warga yang datang ke lokasi tampak penasaran dan mencoba mendekat untuk melihat lebih jelas.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk menjaga jarak dan tidak menyentuh hewan tersebut demi keselamatan bersama.
Selain berpotensi membahayakan manusia, paus yang terdampar juga memerlukan penanganan khusus oleh petugas berwenang agar tidak mengalami stres tambahan atau cedera lebih parah.
Penemuan paus terdampar di kawasan Pomalaa ini menjadi fenomena langka yang jarang terjadi di wilayah tersebut.
Biasanya, kejadian serupa lebih sering dilaporkan di wilayah pesisir tertentu dengan jalur migrasi paus.
Baca Juga: Miris! 4.555 Guru PPPK Paruh Waktu di Tasikmalaya Belum Digaji 2 Bulan, DPRD Turun Tangan
Masyarakat berharap pihak terkait segera turun tangan untuk melakukan evakuasi maupun pemeriksaan kondisi paus tersebut.
Keberadaan satwa laut berukuran besar di perairan dangkal tentu membutuhkan penanganan cepat dan profesional.
Hingga saat ini, lokasi penemuan paus masih dipadati warga yang ingin menyaksikan langsung peristiwa tersebut.***




