POJOKSATU.id – Fenomena langka kembali mengguncang dunia astronomi.

Pada 17 Februari 2026, gerhana Matahari cincin atau “ring of fire” akan menghiasi langit bumi.

Serta disebut sebagai salah satu peristiwa yang hanya muncul sekali dalam rentang waktu ratusan tahun pada area tertentu.

Namun yang membuat publik heboh: Indonesia sama sekali tidak kebagian momen spektakuler ini.

Baca Juga: Rahasia Esai LPDP 2026 Lolos Seleksi, Tips Ini Jarang Dibocorkan Alumni

Dikutip Pojoksatu.id dari laporan Detik, jalur utama gerhana Matahari cincin 2026 hanya melintasi kawasan Antartika, wilayah paling dingin dan terpencil di muka bumi.

Artinya tidak ada satu pun daerah di Indonesia yang bisa menyaksikan fase cincin maupun gerhana sebagian. Seluruh Tanah Air berada di luar jalur visibilitas fenomena ini.

Data astronomi dari Timeanddate dan NASA yang dikutip Pojoksatu.id menunjukkan bahwa fase cincin terjadi sekitar 11.42–12.41 UTC, atau setara 18.42–19.41 WIB.

Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu Bergantung Pemda, Ada yang Dibayar Nol Rupiah

Pada momen tersebut Matahari akan tampak berubah menjadi lingkaran cahaya sempurna yang mengelilingi Bulan.

Pemandangan dramatis yang hanya dapat disaksikan langsung oleh tim ekspedisi dan peneliti di Antartika.

Tak mengherankan bila fenomena ini langsung memicu kehebohan di media sosial.

Baca Juga: Rahasia Esai LPDP 2026 Lolos Seleksi, Tips Ini Jarang Dibocorkan Alumni

Banyak warganet bertanya-tanya mengapa Indonesia lagi-lagi tidak mendapat bagian dari fenomena langit besar.

Padahal sejumlah negara di belahan bumi selatan masih bisa melihat setidaknya gerhana parsial.

Sayangnya posisi geografis Indonesia membuat seluruh wilayah berada jauh dari jalur gerhana.

Meski begitu, masyarakat Indonesia tetap dapat menikmati keindahannya lewat live streaming resmi dari lembaga astronomi dunia.

Baca Juga: Rahasia Esai LPDP 2026 Lolos Seleksi, Tips Ini Jarang Dibocorkan Alumni

Beberapa observatorium internasional bahkan sudah menyiapkan siaran langsung agar publik global bisa menyaksikan “cincin api" dari jarak jauh.

Fenomena gerhana Matahari cincin 2026 bukan hanya peristiwa visual, tetapi juga momen ilmiah penting bagi peneliti.

Kondisi ekstrem Antartika memberikan tantangan sekaligus peluang untuk mengamati struktur cahaya dan dinamika atmosfer Matahari.

Baca Juga: Rahasia Esai LPDP 2026 Lolos Seleksi, Tips Ini Jarang Dibocorkan Alumni

Meskipun Indonesia tidak menjadi saksi langsung, peristiwa ini membuktikan bahwa langit selalu menyimpan kejutan besar dan kadang, kejutan itu memilih panggungnya sendiri.***