POJOKSATU.id, JAKARTA-- Siswa kelas 12 Madrasah Aliyah (MA), Faturrohman (18), mengaku dianiaya massa diduga ormas pada Kamis malam (27/8).
Fatur mengaku diseret dari gang dekat rumahnya di kawasan Pejompongan, Bendungan Hilir (Benhil) Jakarta Pusat, kemudian dikeroyok hingga wajahnya lebam saat dipaksa mengaku sebagai provokator.
Setelah itu, Fatur dibawa ke Gedung DPR/MPR RI dan Mapolda Metro Jaya sebelum akhirnya dipulangkan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kemudian mendatangi rumah Fatur.
Baca Juga: Akhirnya 36 Helikopter dari 8 Negara Masuk Indonesia Tangani Karhutla, Ada Rusia dan Amerika
Ia menyarankan agar remaja tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Tarakan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Pada Kamis malam (27/8), Fatur mengaku diseret dari gang dekat rumahnya oleh sejumlah orang tak dikenal.
Fatur mengatakan dirinya tidak terlibat dalam aksi demonstrasi maupun kerusuhan yang terjadi di kawasan Pejompongan.
Namun, pada malam itu, ia memang melihat sejumlah massa masuk ke gang tempat tinggalnya.
Baca Juga: Dua Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo 27 Agustus, Satu Tewas Satu Lagi Luka Parah
"Setelah itu mendorong saya sampai jatuh, (mereka) masuk ke sini dan menarik saya. Narik saya," ungkap Fatur, Jumat (28/8/2026).
Fatur kemudian menjelaskan kepada orang-orang tersebut bahwa dirinya merupakan warga setempat.
Namun, pengakuannya tidak digubris. Ia pun diseret keluar dari gang dan kemudian dipukul oleh orang-orang lainnya.
Dibawa ke DPR dan Polda Metro Jaya Setelah diseret keluar dari gang, Fatur dibawa ke kawasan Gedung DPR/MPR RI.
Di lokasi tersebut, ia diinterogasi petugas terkait dugaan keterlibatannya dalam kerusuhan yang terjadi.
Fatur mengaku kembali mengalami pemukulan saat menjalani interogasi. Ia menyebut pemukulan dilakukan menggunakan tangan kosong serta benda tumpul tipis yang menyerupai pisau atau penggaris.
“Ada pemaksaan. Ada (pemukulan) di bagian dada, terus punggung, kepala," ujar dia.
Setelah itu, Fatur dibawa ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh kepolisian.
“Pertama kan dari sini dibawa ke DPR, kemudian lanjut dibawa ke Polda," kata Fatur.
Fatur akhirnya dipulangkan pada Jumat siang dengan kondisi wajah lebam dan sejumlah bagian tubuh ditutupi perban.
Ia didampingi gurunya saat meninggalkan Mapolda Metro Jaya.
Menurut gurunya, Fahmi, Fatur mengalami sejumlah luka di bagian mata, mulut, wajah, punggung, dan dada.***




