POJOKSATU.id, JAKARTA-- Ponsel atau Hp Arya Daru Pangayunan belum ditemukan hingga hampir tiga pekan usai kematiannya dengan kepala di lakban di tempat kosnya di Menteng, Selasa (8/7) lalu.
Ponsel ini terakhir aktif sekitar pukul 21.00 WIB pada malam kejadian atau saat korban Arya Daru berada di Mal Grand Indonesia.
Tiga puluh menit kemudian atau jam 21.43 WIB, Arya Daru berada di lantai teratas atau rooftop Kemlu di Jalan Pejambon Jakarta Pusat. Korban di sana hingga jam 23.09 WIB.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menyatakan bahwa telepon genggam milik diplomat Kemlu tersebut masih belum ditemukan hingga kini.
Ponsel Arya Daru menjadi salah satu bukti dalam mengungkap misteri kematiannya, terutama terkait dengan rekaman jejak digital sebelum korban ditemukan tewas.
Sementara menurut Ketua Harian Kompolnas, Arief Wicaksono, ponsel milik Arya Daru menjadi pusat teka-teki.
Jejak digital terakhir korban terlacak di Mal Grand Indonesia sekitar pukul 21:00 WIB pada malam kejadian, 7 Juli 2025.
"Kemudian tahu-tahu telepon beliau tuh jam 21.00 itu off tidak tahu sebabnya kenapa dan penyidik juga ketika mendatangi TKP di kamar kosan kalau enggak salah kamar 105 tidak menemukan ponsel," ungkap Arief dikutip dari Youtube KompasTV.
Baca Juga: Siswa Sukabumi Mengeluh Kebijakan Rombel 50 Per Kelas: Terlalu Ramai
Ponsel dengan nomor yang berakhiran 9150 itu mati mendadak dan lenyap tanpa jejak. Tidak aktifnya gawai inilah yang menjadi pemicu kepanikan sang istri, yang kemudian mendesak penjaga kos untuk memeriksa kamar suaminya.
Naik ke Rooftop Usai Ponsel Mati
Arya Daru terpantau CCTV Kemlu naik ke lantai 12 Kemlu membawa tas sekitar pukul 21.43 WIB atau setelah belanja dari Mal Grand Indonesia.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, Kamis (24/7) mengatakan hal itu diketahui berdasarkan rekaman CCTV di Gedung Kemlu yang telah disita Polda.
"Diduga tanggal 7 juli 2025 jam 21.43 sampai jam 23.09 atau sekitar 1 jam 26 menit diduga korban berada di rooftop lantai 12 Gedung Kemlu," kata Kombes Ade Ary di Polda Metro Jaya, Kamis (24/7).
Masih berdasarkan CCTV, korban juga terlihat membawa taa gendong dan tas belanja pada saat naik ke rooftop Gedung Kemlu. Namun saat turun, tas gendong dan tas belanja ini tak ikut dibawa.
Baca Juga: KPK Diminta Periksa Tim Transisi Bobby Nasution dan Kepala OPD Sumut yang Sengaja Dicopot
Kemlu Percaya Penyelidikan Polisi
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) percaya kepada penyelidikan polisi terkait meninggalnya Arya Daru Pangayunan.
“Kemlu seperti juga semua orang ini harus percaya dengan yang dilakukan polisi. As simple as that,” ujar Jubir Kemlu Rolliansyah Soemirat kepada Jurnalis Kompas TV, Sabtu (26/7/2025).
Kemlu juga mempercayakan hasil laboratorium forensik yang baru perihal tewasnya Arya Daru Pangayunan.
“Kemlu serahkan sepenuhnya penyelidikan kepada polisi,” ucap Soemirat.
“Kemlu berpandangan bahwa yang paling penting saat ini adalah memberi dukungan kepada pihak kepolisian serta juga terus memberikan dukungan moril kepada pihak keluarga yang ditinggalkan,” katanya.****




