POJOKSATU.ID- Polisi telah mengamankan sejumlah pelajar SMA di Cilincing, Jakarta Utara, lantaran diduga melakukan ancaman teror bom ke salah satu pusat perbelanjaan mal, yakni Koja Trade Mall.

Pelajar yang diamankan berinisial H, FA, RF, KH, dan SAL. Kepada polisi mereka mengaku menebar ancaman teror itu hanyalah prank belaka.

Namun dipastikan ulah para pelajar itu, membuat masyarakat di sekiran mall ketakutan.

Baca Juga: Serap Aspirasi dan Keluhan Masyarakat Pemkab Cirebon Bakal Gelar Mubeng

"Pengakuannya mereka ingin ngeprank. Jadi mengeprank saudara H," kata Kapolsek Koja Kompol Muhamad Syahroni kepada wartawan, Jumat (3/11/2023).

Menurut Kompol Muhamad, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan keluarga para pelajar, termasuk sejumlah guru para pelajar tersebut.

Dipastikan, para pelajar tersebut tidak terafiliasi dengan jaringan teroris mana pun, alias teror yang dilakukan para pelajar itu murni aks prank terhadap rekannya.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Tempat Camping di Bogor dengan Pemandangan Alam yang Memanjakan Mata

"Kita sudah periksa keluarganya, sekolah dan guru-gurunya. Tidak terafiliasi dengan jaringan-jaringan teroris tertentu," tegasnya.

Tak hanya itu, dari hasil pendalaman, ternyata prank yang hendak dilakukan para pelajar ini sudah diatur sedemikian baiknya.

Hal itu dibuktikan, saar penyidik membeberkan hasil pemeriksaan. Di mana pengakuan Pelajar H dan FA mereka mengaku merupakan satu sekolah dan satu kelas.

Diakuinya, aksi prank itu dilancarkan dengan berbago peran. Pelajar RF perannya memberikan nomor H kepada FA.

Baca Juga: Limbah Medis COVID-19 Mencemari Lingkunga Laut, Berikut Metode Pengelolaan yang Tepat

FA kemudian mengirimkan prank bom tersebut kepada H, yang ternyata diteruskan H ke media sosial KTM.

Adapun peran FA yakni membuat profil teroris Noordin M Top. Sementara KH merupakan ketua kelas dan juga admin grup bersama dengan saudari SAL.

Kepada penyidik, salah satu pelajar mengaku alasan dirinya melakukan prank terhadap saudara H ini orangnya lemah atau cupu.

"Menurut mereka, saudara H ini cupu, atau lemah gemulai, makanya diprank dengan cara seperti itu. Sekali lagi ini hanya motif ngeprank di antara mereka," tuturnya.

Baca Juga: 71 Produk Pro Israel yang Masuk ke Indonesia, Eh...Banyak Dikonsumsi Masyarakat, Cek Disini Lengkap

Saat ini pihak kepolisian berkoordinasi dengan instansi terkait guna untuk melakukan pembinaan terhadap para pelajar tersebut.

"Para pelajar dilakukan pembinaan ya," tuturnya. ***