POJOKSATU.ID - Warga Kalimantan kembali mengungkap kondisi memprihatinkan hutan di daerah mereka.

Meski dari tepi jalan hutan tampak rimbun, kenyataannya hanya beberapa meter ke bagian dalam, lahan tersebut sudah terbuka luas dan gundul.

Temuan ini menambah panjang deretan laporan mengenai penyusutan kawasan hutan di Kalimantan yang selama ini sering tertutup pandangan publik.

Baca Juga: Dana Bansos Muncul Dulu, KKS Fisik Belum Datang, Kenapa Bisa Begitu?

Dalam rekaman dan kesaksian warga, terlihat deretan pohon sengaja dibiarkan berdiri di sepanjang jalan raya.

Namun ketika mereka melangkah beberapa meter ke belakang, tampak area luas tanpa pepohonan yang telah dibuka untuk berbagai kepentingan.

Warga menyebut kondisi itu sebagai hutan palsu, karena hanya memberikan ilusi bahwa kawasan tersebut masih terjaga.

“Lima meter ke belakang sudah habis, botak sudah lahannya,” ujar seorang warga setempat yang menunjukkan kondisi tersebut. dikutip pojoksatu.id dari (instagram @pembasmi.kehaluan.reall)

Baca Juga: Sidang Kasus Kecelakaan Pria Mabuk Tabrak Pengendara Motor Hingga Tewas, Keluarga Temukan Banyak Kejanggalan

Ia menilai praktik ini membuat masyarakat luar mengira hutan Kalimantan masih dalam kondisi baik, padahal kenyataan di lapangan jauh berbeda.

Pembukaan lahan skala besar untuk perkebunan, industri kayu, serta proyek pengembangan wilayah disebut menjadi penyebab utama berkurangnya tutupan hutan.

Di sejumlah titik, lahan bekas tebangan tampak luas tanpa tanda-tanda pemulihan.

Baca Juga: Dana Bansos Hadir di KKS Baru, Inilah Waktu Pencairan, Berikut Catatan Penting

Kondisi ini berdampak langsung pada ekosistem, habitat satwa, serta kualitas lingkungan sekitar.

Menurut warga, penyamaran dengan meninggalkan pohon di tepi jalan membuat kerusakan tidak terlihat oleh masyarakat umum yang hanya melintas.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa skala deforestasi sebenarnya jauh lebih besar dari yang terpantau.

Baca Juga: Media Sosial Riuh Banjir Sumatera, Heboh BNPB Bilang Nyatanya Tidak Semengerikan Itu, Hmm Kok Gitu?

Karena tanpa masuk ke dalam hutan, kerusakan tersebut tidak akan tampak.

Warga menilai pentingnya transparansi mengenai kondisi hutan dan pembukaan lahan yang terjadi.

Mereka berharap pemerintah daerah dan pusat melakukan pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas penebangan dan pemanfaatan lahan.

Selain itu, mereka meminta agar laporan warga di lapangan dijadikan acuan dalam menentukan kebijakan perlindungan hutan.

Baca Juga: Viral! Ribuan Ikan Mati Mendadak, Pantai Berubah Jadi Hamparan Bangkai, Dugaan Awal Karena Pembangunan Jalan Tol

Dampak deforestasi di Kalimantan sudah dirasakan dalam berbagai bentuk, mulai dari meningkatnya suhu udara, gangguan satwa yang masuk ke permukiman.

Hingga risiko banjir yang semakin besar akibat hilangnya area resapan air.

Di beberapa wilayah, cuaca ekstrem juga menjadi lebih sering terjadi karena perubahan kondisi tutupan lahan.

Para pemerhati lingkungan menegaskan bahwa menjaga hutan Kalimantan tidak bisa dilakukan setengah hati.

Baca Juga: Tragis! Truk Rem Blong Picu Tabrakan Maut di Cikampek, Dua Nyawa Melayang di Lampu Merah

Pengawasan yang lemah membuka peluang bagi eksploitasi ilegal yang merusak ekosistem.

Mereka menekankan pentingnya pemulihan hutan secara menyeluruh, bukan sekadar penanaman ulang simbolis di area tertentu.

Warga berharap bukti yang mereka tunjukkan dapat membuka mata publik luas bahwa kerusakan hutan Kalimantan bukan isu kecil.

Perlu ada tindakan nyata untuk menghentikan praktik pembukaan lahan yang tidak berkelanjutan, sekaligus memulihkan kawasan yang sudah rusak sebelum kondisinya semakin memburuk.***