Fakta JIS: Selalu Dibangga-banggakan Anies Baswedan, Diawali Foke, Dicanangkan Jokowi


POJOKSATU.id - JIS atau Jakarta International Stadium selalu dibangga-banggakan Anies Baswedan sebagai sebuah simbol capaian keberhasilan pembangunan di DKI Jakarta.

Sejak awal pula JIS diklaim sebagai stadion bertaraf Internasional dengan struktur bangunan megah dan sesuai standar FIFA.

Anies Baswedan juga pernah menyebut bahwa JIS merupakan stadion dan salah satu bangunan dengan struktur paling rumit di dunia.

Bahkan saat itu bakal capres yang diusung Partai Nasdem ini mengklaim bahwa proses pembangunan JIS sama sekali tidak melibatkan tenaga asing sama sekali.

Namun terbaru, Buro Happold, perusahaan konsultan pembangunan stadion asal Inggris membuat klarifikasi.

Klarifikasi ini dibuat lantaran polemik yang muncul terkait JIS setelah FIFA menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2023.

BACA JUGA: Buro Happold Blak-blakan soal JIS yang Dibangun di Era Anies Baswedan, PKS tak Terima dan Sebut Politis

Sebab dalam inspeksi yang dilakukan 3 kementerian mendapati fakta bahwa JIS tidak berstandar FIFA.

Hal pertama yang terungkap berkaitan dengan rumput stadion yang akhirnya terpaksa dikelupas seluruhnya hingga menelan biaya Rp6 miliar.

Pertanyaannya, apakah benar JIS merupakan buah kerja Anies Baswedan sepenuhnya? Atau apakah ada fakta lainnya?

 

Sejak era Foke


Berdasarkan catatan, JIS bukan sepenuhnya buah kerja Anies Baswedan karena rencana pembangunan JIS itu sejatinya sudah ada sejak 2008 silam.

JIS sendiri pertama kali dicanangkan dan direncanakan oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Fauzi Bowo atau Foke.

Dulunya, JIS adalah Taman Bersih Manusia Wibawa atau BMW yang memiliki luas total 66,6 hektar.

BACA JUGA: Konsultan Inggris, Buro Happold Akui Pembangunan JIS Tidak Sesuai Panduannya, Wajar Tidak Berstandar FIFA

Kawasan tersebut merupakan aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diperoleh melalui penyediaan lahan dari 7 perusahaan swasta.

7 perusahaan itu yakni PT Astra Internasional Tbk, Grup Agung Podomoro, PT Prospect Motor, PT Indofica Housing, PT Subur Brothers, REAM PD Pembangunan Jaya, dan PT Yakin Gloria Inc.

Dari luas total 66,6 hektar, lahan seluas 26,5 hektar itu diokupasi.

 

Diawali dengan penggusuran


Untuk membangun JIS, Pemprov DKI Jakarta saat itu melakukan penggusuran pertama pada bangunan liar yang dimulai pada 24 Agustus 2008.

Sedangkan penggusuran kedua dilakukan pada 8 Oktober 2008 disusul pengurukan lahan sebagai tahap awal pembangunan JIS.

BACA JUGA: Anies Baswedan Pernah Pamer Sebut Infrastruktur JIS Paling Rumit se-Dunia, Faktanya Dicanangkan Sejak Era Foke

Saat itu, eks Taman BMW akan diubah menjadi stadion berkapasitas 40 ribu penonton yang dilengkapi berbagai fasilitas lainnya.

Diantaranya lapangan voli pasir dan sepak bola pasir untuk acara resmi, serta 2 lapangan terbuka yang dibangun untuk masyarakat umum.

Eks Taman BMW itu juga akan dijadikan sebagai taman kota.

 

Sengketa


Akan tetapi proses pembangunan stadion bertaraf internarional itu tidak bisa berjalan mulus lantaran adanya sengketa lahan pada 2010.

Dimana seorang warga mengklaim bahwa lahan tersebut merupakan milik orang tuanya tapi diserobot untuk dijadikan Taman BMW.

BACA JUGA: Ahli Rumput Bicara, Terbongkar Sudah Alasan Rumput JIS harus Diganti Jawab Koar-koar Kubu Anies Baswedan

Yang terjadi kemudian adalah proses pembangunan terhenti begitu saja.

Sampai akhirnya Pemprov DKI Jakarta menggusur Stadion Lebak Bulus pada 2013.

Sebagai gantinya, Pemprov DKI yang saat itu sudah dipimpin Joko Widodo (Jokowi) memilih lahan eks Taman BMW sebagai pengganti stadion Lebak Bulus.

 

Dicanangkan Jokowi


Pada 28 Mei 2014, Jokowi yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta mencanangkan pembangunan stadion internasional tersebut.

Jokowi menyatakan, pembangunan itu harus segera dimulai apalagi lahan yang akan digunakan merupakan lahan rawa.

Karena itu Jokowi meminta dilakukan pematangan sampai penyiapan lahan yang dianggap ideal untuk dibangun sebuah konstruksi bangunan besar.

BACA JUGA: Pembangunan JIS Habiskan Triliunan Rupiah Tapi Belum Berstandar FIFA, Kok Bisa?

Sebelumnya, Jokowi menyebut bahwa Pemprov DKI sudah lebih dulu menuntaskan permasalahan sertifikat tanah atau kepemilikan lahan tersebut.

Namun lagi-lagi, ada pihak yang mengklaim memiliki lahan tersebut dan mengajukan gugatan.

Sementara, Jokowi tetap mencanangkan pembangunan stadion bertaraf internasional tersebut.

Akan tetapi proses pembangunan di era Jokowi itu pun tak kunjung terealisasi sampai akhirnya Jokowi terpilih sebagai Presiden RI di Pilpres 2014.

 

Dimulai Djarot


Proses pembangunan stadion itu kemudian benar-benar bisa dimulai di era Djarot Saiful Hidayat pada 9 September 2017.

Saat itu, Djarot menandai dimulainya pembangunan dengan peletakan batu pertama di lahan eks Taman BMW itu.

BACA JUGA: Rumput JIS Bakal Diganti Seluruhnya, Biayanya Rp6 Miliar

Pembanguan itu dilakukan setelah Pemprov DKI memenangkan gugatan di tingkat banding pada 2015.

Sementara sertifikat hak kepemilikan atas lahan itu akhirnya bisa dimiliki pada 18 Agustus 2017.

Akan tetapi pembangunan stadion di era Djarot itu juga tidak rampung.

 

Dilanjutkan Anies


Pembangunan stadion bertaraf internasional itu kemudian juga dilanjutkan Anies Baswedan usai resmi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Pada 14 Maret 2019, Anies menyatakan bahwa stadion yang akan dibangun itu bernama Jakarta International stadium atau JIS.

Stadion itu kemudian mulai dibangun sampai memakan waktu 3 tahun lamanya sampai benar-benar rampung.

BACA JUGA: Kepemimpinan Wasit Liga 1 di Awal Musim 2023/24 Sangat Buruk, Masalah Ini Lebih Serius dari Debat Kusir Standar JIS

Anies kemudian melakukan soft opening JIS pada 19 April 2022.

Saat itu Anies menyatakan bahwa JIS menjadi bukti yang menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar.

Itu karena Indonesia sudah mampu membangun dan menciptakan bangunan megah dan kolosal.

Tidak hanya itu, JIS juga merupakan bangunan bertaraf internasional.

Usai habis masa jabatan sebagai Gubernur DKI, Anies kerap membangga-banggakan JIS.

Dia juga pernah menyebut JIS sebagai salah satu bangunan dengan struktur paling rumit di dunia dan berhasil memecahkan rekor dunia. (Guruh/Pojoksatu)