POJOKSATU.id, BANDUNG—Kepergian Dimas Yonathan Tarigan dengan cara bunuh diri di Flyover Cimindi menyisakan luka mendalam bagi keluarganya.
Guru SMK Sangkuriang 1 Cimahi ini telah memberi kita pelajaran jangan sekalipun membully orang baik karena beda suku, agama, ras dan kondisi ekonomi.
Pojoksatu.id merangkum beberapa fakta-fakta baru terkait meninggalnya Dimas Yonathan Tarigan dengan cara tragis gantung diri di flyover Cimindi Kota Bandung, Jumat pagi (28/6).
Berikut beberapa fakta baru meninggalnya Guru SMK Sangkuriang 1 Cimahi Dimas Yonathan Tarigan di flyover Cimindi.
1. Dimas Yonathan Tarigan memiliki ayah dan ibu yang bekerja di RS Immanuel Kota Bandung. Sesuai surat wasiat yang dituliskan di kardus, nama ayahnya adalah Sabarkin Tarigan dan nama ibunya Erna Nurhasni.
2. Motif bunuh diri Dimas Yonathan di Flyover Cimindi belum diungkap resmi polisi. Namun dari catatan hidup yang ditulis di google drive dan ditautkan dengan Instagram miliknya @_dimasyonathan, kuat dugaan motif Dimas Yonathan gantung diri karena kesepian atau tekanan hidup yang dia rasakan.
3. Dimas menuliskan kisah hidupnya mulai dari belum sekolah di Google Drive, mulai masa SD, masa SMP, masa SMA hingga Perguruan Tinggi. Dia mengaku dibully sejak kecil hingga SMP.
4. Dimas menyebut keluarganya dari Medan, Sumatera Utara. Dimas bermarga Tarigan yang berasal dari suku Karo.
Baca Juga: Sahroni Pertanyakan Anggaran Pemeliharaan PDN Rp 700 Miliar, Tak Ada Salahnya Aparat Selidiki Itu
5. Banyak kisah lain lagi yang dituliskan Dimas Yonathan di Bio Instagram miliknya. Dimas membahas masalah politik, kemanusiaan, termasuk yang terjadi saat ini di Gaza Palestina.
6. Menurut keterangan SMK Sangkuriang 1 Cimahi, guru Dimas Yonathan Tarigan adalah guru ceria dan penuh gelak tawa.
7. SMK Sangkuriang 1 Cimahi mengucapkan terima kasih atas dedikasi Dimas Yonathan selama ini. Terimakasih atas warna indah yang ditebarkan. Kebaikan dan kasih sayang Dimas akan selalu menjadi cerita indah untuk mereka.
8. Dimas Yonathan Tarigan merupakan sarjana pendidikan atau SPD.***




