Fakta di Balik Mutilasi Bos Isi Ulang Dicor, Husen Kerap Dipukuli Korban yang Suka Main Tangan

POJOKSATU.id, SEMARANG - Kasus pembunuhan dan mutilasi bos isi ulang dicor di Tembalang, Semarang, akhirnya terungkap setelah polisi menangkap pelaku bernama Muhammad Husen.

Pria berusia 24 tahun itu ternyata menyimpan dendam besa kepada korban, Irwan Hutagalung, bosnya sendiri.

Itu lantaran Husen selama ini mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan hingga membuatnya sakit hati kepada Irwan.

Pengakuan tentang sosok Irwan Hutagalung bos isi ulang dicor itu diungkap Husen di depan wartawan di Mapolresabes Semarang, Rabu (10/5/2023).

Dalam pengakuannya, Husen kerap dimarahi dan dipukuli oleh korban. Tapi selama itu juga ia tidak pernah sekalipun membalas.

Hal itulah yang kemudian menumbuhkan sakit hati dan dendam kepada Irwan.

BACA JUGA: Mutilasi Bos Isi Ulang Galon Tembalang Husen Tertawa : Kalau Saya Meyerahkan Diri Keenakan Polisinya

"Saya sering dimarahi, sering dipukuli. Orangnya suka main tangan. Saya tidak balas. Tapi sakit hati," ungkap Husen.

Perlakuan itu didapat Husen semenjak bekerja kepada Irwan yang awalnya ia kenal sebagai orang yang baik.

Selama sekitar sebulan bekerja, Husen menyebut Irwan sebagai orang yang galak, suka ngomel dan kerap memukulinya.

Bahkan ia kerap dimarahi dan dipukuli saat melakukan kesalahan kecil atau bahkan bukan karena kesalahan yang dibuatnya.

"Setiap ada salah dan kesalahan kecil pasti dia main tangan," bebernya.

BACA JUGA: Husen Tertawa Ungkap Alasan Mutilasi Bos Galon di Tembalang, Dimutilasi saat Masih Hidup

Dia lantas mencontohkan saat ia dipukuli karena kesalahan yang dilakukan Irwan sendiri.

"Contohnya ada pesenan galon harusnya 15, dia bilang cuma 14 atau 13. Begitu selesai ngirim dia pulang marah-marah langsung main tangan. Padahal dia yang bilang," jelasnya.

Hal itu pula yang membuat Husen sakit hati sampai tega menghabisi nyawa Irwan, kemudian memutilasi dan mengecor di tembok ruko.

"Karena saya sakit hati, saya sering dipukuli," katanya di hadapan wartawan.

Puncak dendam dan sakit hati itu lantas terjadi pada Senin (1/5/2023) sampai akhirnya ia memutuskan membuat rencana untuk menghabisi Irwan Hutagalung.

BACA JUGA: Begini Sosok Husen yang Habisi Bos Galon Semarang, Sempat Senang-senang Dulu Pakai Uang Korban

Ia kemudian melaksanakan rencana pembunuhan yang sudah disusun itu pada Kamis (4/5/2023) malam. Saat itu, korban tengah tidur.

"Posisi korban sedang tidur nyenyak sekitar jam 20.00-20.30 WIB," katanya.

 

Tiap potongan tubuh ada artinya


Husen mengungkap, setiap potongan tubuh Irwan yang ia mutilasi itu memiliki arti masing-masing.

Menurutnya, itu semua mewakili dari apa yang selama ini sudah dilakukan bos isi ulang itu kepada dirinya.

Husen juga memaknainya sebagai sebuah pembalasan atas perlakuan yang selama ini diterima dari Irwan.

Bagian tubuh pertama yang dimutilasi adalah kepala, disusul tangan kanan dan kiri.

BAC JUGA: Fakta Lain Dibalik Pembunuhan dan Mutilasi Mayat dalam Koper Merah

"Memotong kepala karena dia suka ngomelin saya aja," ujarnya.

Sementara bagian tangan kanan dan kiri dipotong karena digunakan Irwan untuk memukuli dirinya.

"Karena tangannya dipakai buat mukul saya makanya saya potong," sambungnya.

Kenapa kepala yang dipotong padahal yang dipakai ngomel adalah mulut korban?

"Yang saya potong kepala, bukan bibir. Mulut kan susah," papar dia.

Saat ditanya apakah dia menyesali perbuatannya, dengan tegas Husen menjawab tidak menyesal. Bahkan dia merasa puas.

"Nggak (tidak menyesal). Puas," tegasnya. (Guruh/Pojoksatu)

Konten dan berita menarik lainnya dari Pojoksatu.id bisa dibaca di Google News