POJOKSATU.id - Setelah 2 tahun 2 bulan, M Ramdanu alias Danu mengaku sebagai pembunuh ibu dan anak di Subang yang menghebohkan publik.
Danu akhirnya menyerahkan diri ke polisi dan mengakui semua perbuatannya sebagai salah satu pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang itu.
Setelah proses pemeriksaan, polisi akhirnya menetapkan total 5 orang sebagai pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang.
Baca Juga: 16 Besar Denmark Open 2023: The Daddies Lawan Wakil Malaysia, Fajri Ditantang Jagoan Inggris
Yang cukup mengejutkan, 5 tersangka itu tidak lain adalah keluarga korban sendiri.
Kelimanya adalah M Ramdanu alias Danu yang tida lain adalah keponakan korban Tuti Suhartini.
Kemudian Yosep, suami sekaligus ayah korban, dan Mimin istri kedua Yosep.
Baca Juga: Sulit Dipercaya, Leo/Daniel Takluk dari Ganda Ranking 37 Dunia di Babak Pertama Denmark Open 2023
Sementara 2 tersangka lain adalah Arighi dan Abi yang merupakan anak dari Mimin.
Kendati demikian, dari 5 tersangka hanya 2 orang yang langsung dilakukan penahanan.
Keduanya yakni Danu dan Yosep. Sementara 3 tersangka lainnya dipulangkan usai menjalani pemeriksaan.
Baca Juga: Victor Bertomeu Masih Cedera, Penyerang Gaek Ini Jadi Tumpuan Gresik United
Danu menyerahkan diri ke Ditreskrimum Polda Jawa Barat pada Senin 16 Oktober 2023 sekitar pukul 11.00 WIB.
Dirkrimum Polda Jabar Kombes Surawan menyatakan, pihaknya sejatinya sudah memeriksa Danu 2 pekan lalu.
Saat itu Danu juga sudah mengakui semua perbuatannya kepada penyidik.
Akan tetapi penyidik saat itu masih belum yakin dengan yang diutarakan Danu.
“Dia mungkin merasa ada tekanan, memang dua minggu yang lalu dia ini sempat mengaku saat dilakukan proses pemeriksaan, namun kami belum yakin," ungkap Surawan, Rabu 18 Oktober 2023.
Sampai akhirnya Danu menyerahkan diri dan membuka tabir misteri kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang itu.
"Dan kemarin menurut pengakuan dia, dia sudah berdiskusi dengan keluarga dan kuasa hukumnya," sambung dia.
Saat ini, penyidik masih mendalami motif para pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang.
Selain itu polisi juga masih terus mengumpulan barang bukti lain.
Diantaranya alat atau senjata tajam yang digunakan pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang.
Baca Juga: Kronologi Ledakan di Setiabudi Tewaskan Pekerja, Bom Tertanam di Tanah Kemudian Terkena Cangkul
Berbagai alat bukti tersebut dibutuhkan penyidik untuk keperluan di persidangan nantinya.
Dalam kasus ini korban adalah Tuti Rahayu (55) dan anaknya Amalia Mustika Ratu (23) itu.
Kasus ini telah berlalu selama 2 tahun 2 bulan lamanya.
Tapi kenapa baru sekarang Danu mau mengaku dan menyerahkan diri?
Kuasa Hukum Danu, Achmad Taufan, mengungkap kliennya selama ini mengalami konflik batin.
Dia juga mengungkap bahwa Danu mengalami ketakutan.
Baca Juga: Termasuk Jojo, Sudah 5 Pemain Unggulan Gugur di Babak Pertama Denmark Open 2023
"Orang kaya Danu yang ada dalam pikirannya, kalau saya bongkar saya nanti dimatiin juga, nanti saya dibunuh juga, kalau saya bongkar nanti keluarga saya kenapa-kenapa nih," ungkap dia, Rabu 18 Oktober 2023.
Pasalnya, selama kasus ini bergulir, Danu juga mendapat ancaman dari pelaku pembunuh yang sebenarnya.
Karena itu Danu memilih jalan 'aman' dengan tetap diam meski terus menerus mendapat tekanan dan ancaman.
Baca Juga: Hasil Denmark Open 2023: Jojo Kandas di Babak Pertama, Ketikung Chou Tien Chen
Akan tetapi Taufan tidak mengungkap pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang yang ia maksud itu.
"Danu lebih dari 15 kali didatangi orang yang mengaku oknum polisi," bebernya.
Akan tetapi, selama 15 kali diculik itu, Danu tidak dibawa ke Polres Subang atau Polda Jabar.
Baca Juga: Mencuat Dugaan Aliran Uang Korupsi SYL ke Nasdem Sudah Diduga Diketahui Febri Diansyah
"Dibawa ke sana ke mari, bukan ke polres, bukan ke polda. Yang gini-gini kan mental seorang Danu pasti drop, takut," kata dia.
Setelah berkonsultasi dan membicarakan dengan keluarga, Danu akhirnya berani mengaku.
"Menurut saya sangat wajar Danu belum mengungkap selama ini,” tandas dia.***




