POJOKSATU.ID - Pengakuan mengejutkan datang dari pengemudi mobil MBG yang menabrak puluhan siswa SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara.

Dalam insiden yang terjadi pada Kamis pagi, sang sopir mengaku bahwa ia kehilangan kendali setelah rem kendaraan tiba-tiba blong.

Kendaraan itu kemudian melaju tanpa arah hingga menabrak barisan siswa yang tengah belajar dan melakukan kegiatan pagi di lapangan upacara.

Baca Juga: Jam Kerja Kok Ngopi? 8 ASN Bojonegoro Terjaring Sidak, Begini Proses Penindakannya

Sang pengemudi, yang baru pertama kali terlihat oleh sejumlah siswa, menyampaikan bahwa ia telah berusaha menghentikan laju kendaraan.

Namun, rem yang tidak berfungsi membuat mobil terus meluncur ke arah kerumunan. “Saya sudah injak rem berkali-kali, tapi tidak berfungsi.

Mobil langsung melaju masuk ke lapangan,” ujarnya saat dimintai keterangan.

Baca Juga: Masih Dibuka! Pendaftaran PPPK BGN 2025 Resmi Diperpanjang, Segera Daftar Sebelum Kuota Habis

Beberapa siswa yang menjadi saksi mata mengatakan bahwa mereka tidak mengenali sopir tersebut.

Mereka menuturkan bahwa mobil itu tiba-tiba masuk dari arah gerbang tanpa mengurangi kecepatan.

Sebagian siswa berlarian menyelamatkan diri, sementara lainnya tidak sempat menghindar hingga tertabrak.

Baca Juga: JKP Baru Bikin Heboh, Dapat 60 Upah 6 Bulan Iuran Lebih Ringan, Ini Syaratnya!

Hingga saat ini, tercatat 17 siswa dan satu guru mengalami luka, baik ringan maupun berat.

Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Meski kondisi lapangan penuh kepanikan, pihak sekolah bersyukur bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga: Tahun 2026 Gaji PPPK Paruh Waktu Naik Menyesuaikan Kenaikan UMP? Begini Aturan dari Kemenpan RB!

Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu menyebut suasana di sekolah sempat berubah kacau.

Teriakan para murid memenuhi area lapangan, sementara guru berusaha mengevakuasi murid yang terluka.

Dalam hitungan detik, insiden tersebut mengubah suasana belajar pagi yang seharusnya tenang menjadi momen penuh kepanikan.

Baca Juga: Daerah 3T Dapat Prioritas, Tunjangan Khusus Guru Madrasah Rp7,6 Juta Mulai Disalurkan

Polisi saat ini tengah memeriksa pengemudi serta mempelajari kondisi kendaraan yang digunakan untuk distribusi makanan MBG.

Kasus ini membuka kembali perdebatan tentang pentingnya profesionalisme dalam rekrutmen sopir untuk layanan yang berhubungan langsung dengan sekolah.

Banyak orang tua murid mempertanyakan standar keselamatan perusahaan serta pemeriksaan rutin terhadap kendaraan yang digunakan.

Pihak sekolah juga meminta agar penyedia layanan makanan meningkatkan evaluasi internal, mulai dari pelatihan sopir, pengecekan kendaraan harian, hingga SOP keselamatan di area sekolah.

Baca Juga: Polisi Tetapkan Michael Wishnu Tersangka Kebakaran Kantor, Sempat Tidak Hadir dalam Panggilan Polres Jakpus

Insiden ini menjadi pengingat bahwa satu kelalaian teknis dapat berdampak besar pada keselamatan anak-anak.

Meskipun penyebab awal diduga kuat karena rem blong, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan teknis kendaraan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Sopir MBG akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami kronologi dan memastikan apakah ada unsur kelalaian lainnya.

Keluarga para siswa kini menunggu perkembangan penyelidikan sembari berharap pemulihan cepat bagi para korban.

Tragedi di SDN Kalibaru 01 menjadi peringatan keras bahwa keselamatan anak di sekolah harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak.***