POJOKSATU.id - Publik menilai masih cukup banyak fakta dan misteri kematian Brigadir Setyo Herlambang yang belum terungkap.
Karena itu, publik mendesak agar kematian Brigadir Setyo Herlambang itu diusut tuntas dan ditangani secara transparan dan profesional.
Apalagi publik juga mengait-ngaitkan kematian Brigadir Setyo Herlambang ini dengan kematian Brigadir Joshua Hutabarat.
Sebab, ada sejumlah kesamaan nasib antara Brigadir Setyo dengan Brigadir Joshua.
Keduanya diketahui memiliki pangkat yang sama, yakni sama-sama berpangkat Brigadir.
Keduanya juga diketahui sama-sama tewas di rumah dinas atasannya.
Baca Juga: Kereta Cepat
Baik Brigadir Setyo maupun Brigadir Joshua, juga sama-sama tewas tertembus peluru.
Kesamaan lainnya adalah bahwa keduanya merupakan bawahan dari perwira Polri berpangkat Irjen atau Inspektur Jenderal, yakni perwira Polri dengan 2 bintang di pundak.
Hal inilah yang kemudian memicu spekulasi publik menjadi asumsi liar.
Dalam keterangannya, Kapolda Kaltara Irjen Daniel Adityajaya menegaskan, Brigadir Setyo Herlambang bukan ajudannya, tapi pengawal pribadi.
Irjen Daniel memastikan tim gabungan akan terus bekerja menyelidiki kasus ini.
Tim gabungan itu dari Direskrimum, Bid Propam dan Bidokkes Polda Kaltara.
Tim gabungan tersebut akan melakukan pendalaman untuk mengungkap kematian Brigadir Setyo Herlambang.
Baca Juga: Motif Ekonomi Mengemuka di Balik Pilpres 2024 Mau Diplot Dua Paslon Saja
"Kami dan jajaran Polda Kaltara berdukacita yang mendalam atas meninggalnya Brigpol HS. Korban ditemukan meninggal dunia di kamarnya," kata Daniel, Sabtu 23 September 2023.
Sementara, Kabid Humas Polda Kaltara, Kombes Budi Rachmat menyebut, Brigadir Setyo Herlambang saat itu korban baru saja pulang salat Jumat.
Selanjutnya, Brigadir Setyo membersihkan senjata api miliknya.
Baca Juga: Presiden Jokowi Akui Prabowo Orangnya Sabar, Kejadian Tampar Wamentan Adalah Fitnah
Dari hasil pendalaman Ditreskrimum dan Bid Propam Polda Kaltara, Brigadir Setyo bukan meninggal karena sengaja mengakhiri hidup atau bunuh diri.
Dugaan sementara, korban meninggal dunia karena kelalain saat membersihkan senpinya.
Akibat kelalaian tersebut, korban akhirnya tertembus peluru yang keluar dari senjatanya sendiri.
Baca Juga: Presiden Jokowi Akui Prabowo Orangnya Sabar, Kejadian Tampar Wamentan Adalah Fitnah
"Bukan mengakhiri hidup. Dugaan sementara korban sementara membersihkan senjata api, jadi akibat kelalaian," ujarnya.
Terpisah, salah seorang kerabat Brigadir Setyo Herlambang, Rizky Aritonang mengungkap fakta baru.
Baca Juga: Polda Jateng Beberkan Kronologi Kecelakaan Tol Exit Bawen Semarang, Truk Tabrak 4 Mobil 9 Motor
Rizky Aritonang mengaku terakhir kali berkomunikasi dengan korban pada 10 September 2023 lalu.
Saat itu, Brigadir Setyo mengungkapkan uneg-unegnya kepada dirinya.
Dalam komunikasi itu, Brigadir Setyo mengungkap keinginan untuk secepatnya bisa pindah tugas ke Jawa.
"Dan dia ingin sekali itu tercapai (tugas di Jawa)," ungkap dia, Sabtu 23 September 2023.
Keinginan itu lantaran Brigadir Setyo ingin selalu dekat dengan keluarganya.
Terlebih Brigadir Setyo merupakan satu-satunya anak laki-laki dari keluarganya.
Baca Juga: Gerindra Respon Sikap Alumni 212 yang Tak Mau Lagi Dukung Prabowo Subianto
"Dia kan anak cowok satu-satunya. Kakak dan adiknya cewek. Dia ingin menjaga ibunya, orang tuanya, dan hanya berkeinginan itu terus," bebernya.
Jenazah Brigadir Setyo Herlambang dimakamkan di kampung halamannya di Kendal, Jawa Tengah, pada Sabtu 23 September 2023.***




