POJOKSATU.id, JAKARTA— Pengamat Politik Yusak Farchan menyebut Faksi Ahok dan Ganjar Pranowo sangat frontal menolak Anies diusung di Pilkada Jakarta, sementara faksi Hasto Kristiyanto cenderung welcome dengan Anies Baswedan.
Direktur Eksekutif Citra Institute, Yusak Farchan, juga mengamati ada tarik menarik di internal faksi PDIP yang cukup kuat, antara yang mendukung dan menolak Anies maju di Pilkada Jakarta 2024.
Yusak juga menilai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak serius melawan rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini.
Bukti ketidakseriusan itu terlihat dalam pengusungan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta atau pun Jawa Barat yang akhirnya berujung gagal.
Direktur Eksekutif Citra Institute, Yusak Farchan mengamati, perseteruan PDIP dan Jokowi semestinya semakin menguat ketika terbuka peluang mengusung Anies.
Menurutnya, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No 60/PUU-XXII/2024 yang mengubah ketentuan ambang batas pencalonan kepala daerah, semestinya bisa membuat PDIP memunculkan lawan kuat di Jakarta.
Lawan kuat ini perlu untuk melawan pasangan calon yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) yakni Ridwan Kamil-Suswono.
"Jadi boleh dikatakan PDIP melawan setengah hati di Jakarta," ujar Yusak, Senin (2/9/2024).
Baca Juga: Blak-blakan Anies Baswedan Saat di DPP PDIP, Munculnya Kasus Hukum yang Harus Dikendalikan
Dia memandang, meskipun PDIP masih menjalani perang terbuka dengan Jokowi, namun Megawati berupaya menjaga keseimbangan hubungan dengan Jokowi karena bisa saja PDIP dihajar dengan beberapa kasus hukum.
"Karenanya Mega berupaya menurunkan tensi atau ketegangan politik dengan Jokowi," jelasnya menganalisa.
Oleh karena itu, Yusak meyakini PDIP tengah menjaga hubungan dengan Jokowi, sehingga perlawanan kepada rezim tidak sepenuh hati.
"Sehingga ada tarik menarik di internal faksi PDIP cukup kuat, antara yang mendukung dan menolak Anies,” jelasnya.
“Ahok dan Ganjar sangat frontal menolak Anies, sementara faksi Hasto cenderung welcome sama Anies," kata Yusak lagi.***




