POJOKSATU.id - Erupsi gunung Marapi Sumbar ternyata menjadi sorotan sejumlah media internasional.
Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Tanah Datar sebelumnya mengalami erupsi pada Minggu 3 Desember 2023 sekitar pukul 14.35 WIB.
Akibat erupsi gunung Marapi dengan ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut tersebut, belasan nyawa melayang.
Baca Juga: Manfaat Obat Herbal Tradisional Bagi Kesehatan
Berdasarkan data sampai dengan Senin 4 Desember 2023 pukul 15.30 WIB, tercatat ada 11 korban meninggal dunia.
Para korban merupakan sejumlah pendaki yang saat itu tengah melakukan pendakian.
Namun sebelum sampai puncak Marapi, puncak gunung tersebut mengalami erupsi.
Baca Juga: BPBD Karawang Antisipasi Dampak Jebolnya Tanggul Situ Jungkur: Kerjasama dengan BBWS dan PUPR
Sementara 12 pendaki lainnya, hingga saat ini masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
Erupsi gunung Marapi Sumbar itu pun menjadi pemberitaan sejumlah media internasional.
Seperti Reuters yang ikut menaikkan artikel tentang peristiwa tersebut.
Baca Juga: Analisis Pakar Komunikasi Soal Tudingan Agus Rahardjo ke Jokowi, Bisa Saja Benar
Reuters dalam artikelnya menyoroti jumlah korban tewas dan korban yang sampai saat ini masih dinyatakan hilang.
“Sebelas pendaki ditemukan tewas di Indonesia pada Senin setelah letusan gunung berapi Marapi di Sumatera Barat,"
"Ketika pencarian untuk menemukan 12 orang lagi yang hilang untuk sementara dihentikan karena masalah keselamatan,” tulis Reuters.
Reuters juga menyoroti wilayah Indonesia yang terletak pada cincin gunung api dunia dengan jumlah 127 gunung berapi aktif.
Baca Juga: 3 Film Paling Horor di Tahun 2023
Pemberitaan serupa juga dinaikkan The Daily Star.
Sama dengan Rauters, media asal Britania Raya itu menyoroti jumlah korban meninggal dunia.
"11 pendaki tewas saat gunung berapi di Indonesia meletus, pencarian ditunda".
Baca Juga: Polisi Bongkar Penjualan Obat Aborsi di Bandung, Empaf Orang Ini Ditetapkan Tersangka
Demikian judul yang diturunkan The Daily Star.
Semetara media asal Qatar, Al – Jazeera tidak ketinggalan menurunkan berita tentang erupsi gunung Marapi Sumbar.
"Pihak berwenang mengatakan 75 orang berada di daerah tersebut ketika gunung berapi Sumatera Barat meletus pada hari Minggu," tulis media tersebut.
Baca Juga: Penipu Giveaway hingga Palsukan KTP Baim Wong
Al Jazeera juga menyoroti letusan gunung berapi di Indonesia yang paling mematikan yang pernah terjadi pada tahun 1979, yakni gunung Dieng.
Di sisi lain, media asal Amerika Serikat, The San Diego Union Tribun, menyoroti dampak erupsi.
Baca Juga: Diduga Jadi Korban Malapraktik, Pasien Mengadu ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia
Salah satunya ketinggian abu vulkanik yang sampai menutupi desa-desa terdekat dengan gunung Marapi.
"Marapi memuntahkan kolom abu tebal setinggi 3.000 meter (9.800 kaki) pada letusan hari Minggu dan awan abu panas menyebar beberapa mil (kilometer)."
"Desa-desa dan kota-kota terdekat diselimuti oleh berton-ton puing vulkanik."
Baca Juga: Firli Bahuri Belum Ditahan, Jenderal Sigit Beri Kode Segera Dituntaskan, Sinyal Bakal Ditahan?
"Debu vulkanik dan hujan mengotori wajah dan rambut pendaki yang dievakuasi,” tulis The San Diego Union Tribun.
Update terbaru sampai Senin sore, sudah 3 korban tewas berhasil dievakuasi ke RS Achmad Mochtar Bukittinggi.
Identitas dan nama 3 pendaki tewas korban erupsi gunung Marapi tersebut bahkan sudah diketahui.
Baca Juga: Anies Baswedan Safari Politik di Karawang dengan Blusukan di Pasar
2 dari pendaki tersebut diketahui bernama Muhammad Adan (21), asal Kota Pekanbaru, Riau.
Lalu Muhammad Teguh Amanda (20), asal Kota Padang, Sumbar.
Nama kedua di atas tercatat sebagai mahasiswa Politeknik Negeri Padang.
Baca Juga: Selamat, Alyssa Soebandono Umumkan Hamil Anak Ketiga, Usia Kandungannya Sudah 18 Minggu
Sementara satu korban tewas lainnya masih dalam proses identifikasi tim DVI Polda Sumbar.
Di sisi lain, proses pencarian 12 pendaki yang masih belum ditemukan mengalami kendala.
Baca Juga: Jokowi Akhirnya Buka Suara Soal Ocehan Agus Rahardjo KPK Diintervensi Terkait Kasus e-KTP
Lantaran gunung Marapi masih terus erupsi hingga memuntahkan abu vulkanik yang menghalangi jarak pandang.
Selain itu, hujan yang mengguyur membuat tim SAR gabungan kesulitan karena medan yang licin dan 12 pendaki hilang korban erupsi gunung Marapi belum ditemukan keberadaannya.***




