POJOKSATU.id, JAKARTA-- Erick Thohir dianggap cocok menggantikan Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai Ketua Umum PAN.

Nama menteri BUMN Erick Thohir sangat memungkinkan untuk menggantikan Zulkifli Hasan atau Zulhas sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, bisa saja PAN memilih Erick Thohir sebagai ketua umumnya usai Zulhas.

“Bisa saja PAN memilih Erick Thohir sebagai ketua umum,” ujar Dedi dalam perbincangan, Selasa (26/12).

Baca Juga: Relawan 02 di Sampang Madura Ditembak, Polri Kena Sentil Lambat Tangkap Pelaku

Menurut pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, jika nanti Erick Thohir menjadi ketua umum PAN, hal itu diyakini bakal mengikuti mekanisme formal dalam parpol.

Sebab, Erick Thohir dan Zulhas memiliki kedekatan yang sangat baik sejauh ini.

“Membaca relasi Erick dengan Zulkifli Hasan yang terbilang baik, maka proses regenerasi itu dipastikan melalui mekanisme formal dan tanpa konflik,” kata Dedi dilansir RMOL.

Kendati demikian, Dedi menilai bahwa untuk saat ini belum ada kebutuhan internal PAN yang bersifat mendesak untuk melakukan pergantian pucuk pimpinan.

Baca Juga: Sesudah Disunat 10 Tahun, Putri Candrawati Juga Dapat Remisi Natal 1 Bulan di Tahun Pertama Ini

Pasalnya, Zulhas dianggap masih terbilang cakap menakhodai PAN.

“PAN dalam posisi tidak mendesak adanya pergantian Ketua Umum, bahkan elektabilitas PAN juga cenderung stabil,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Lembaga Riset Lanskap Politik Indonesia, Andi Yusran, mengatakan, jika Erick Thohir memegang jabatan Ketum PAN, dipastikan mampu membawa perubahan signifikan bagi partai berlambang matahari itu.

"Jika itu terjadi, prediksi saya PAN akan mengalami pertumbuhan dukungan publik signifikan," kata Andi di Jakarta, Senin (25/12).

Analisis politik Universitas Nasional itu juga menambahkan, capaian Erick Thohir dalam memimpin BUMN dan mengelola PSSI menjadi modal dasar melakukan pembenahan di internal PAN.

"Erick Thohir diprediksi memiliki dukungan kuat, terutama dari kelompok muda pecinta sepakbola dan kalangan bisnis," kata Andi Yusran.***