POJOKSATU.id – Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Indonesia mencapai 77,89 pada 2025, meningkat dari 76,47 pada 2024. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi sejak survei IKUB pertama kali dilakukan pada 2015.

Pengukuran IKUB dilakukan melalui Survei Evaluasi Kerukunan Umat Beragama yang mencakup tiga dimensi utama, yakni toleransi, kesetaraan, dan kebersamaan.

Karena itu, angka 77,89 merupakan hasil pengukuran terhadap sejumlah aspek kehidupan sosial keagamaan masyarakat, bukan angka yang secara langsung menunjukkan jumlah atau ketiadaan konflik keagamaan.

Baca Juga: Gugatan Gibran di MK Belum Diputus, AHY hingga Anies Sudah Muncul dalam Skenario Pengganti Wapres

Data Kementerian Agama menunjukkan IKUB sempat berada pada angka 67,46 pada 2020. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 76,02 pada 2023, 76,47 pada 2024, dan 77,89 pada 2025.

Menag Soroti Peran Agama dalam Persoalan Lingkungan

Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam perkembangan terbaru juga menyoroti peran nilai agama dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan.

Hal itu disampaikan Nasaruddin saat menerima audiensi Sekretariat Bersama Aksi Iklim Lintas Iman atau Amanah Daya Nusantara di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga: Deputi Bakom RI Timothy Ivan Jadi Sorotan, Dugaan Skandal Rp1,5 Miliar hingga Gaya Hidup Mewah

Menurut Nasaruddin, pendekatan keagamaan dapat menjadi strategi untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai lingkungan.

“Dengan menggunakan bahasa agama adalah sesuatu diplomasi strategis. Tidak mungkin kita bisa menjadi hamba yang taat kalau merusak lingkungan. Tidak mungkin kita bisa menjadi khalifah yang sukses kalau alamnya hancur,” ujar Nasaruddin.

Ia menilai nilai agama dapat menjadi salah satu landasan untuk mendorong masyarakat menjaga lingkungan.

Baca Juga: Cucun Minta Lapas Tak Bedakan Narapidana, Temuan Fasilitas Mewah Cibinong Bakal Dibahas DPR

“Kalau hanya dengan regulasi, begitu tidak ada yang mengawasi, orang bisa saja melakukan pelanggaran. Tetapi kalau sudah masuk ke dalam batin, itu menjadi kontrol tersendiri,” katanya.

IKUB 2025 Bukan Potret Real Time

Capaian 77,89 menunjukkan hasil survei untuk tahun 2025. Karena itu, angka tersebut tidak secara langsung menggambarkan kondisi kerukunan seluruh masyarakat Indonesia secara real time pada September 2026.

Kementerian Agama tetap menggunakan sejumlah indikator dalam melihat kerukunan, terutama toleransi, kesetaraan, dan kebersamaan.

Baca Juga: Ditjenpas Klarifikasi soal Klaster Mewah Lapas Cibinong, Ferdy Sambo Disebut Tak Menempatinya

Dengan capaian tersebut, IKUB 2025 menjadi catatan terbaru dalam pengukuran kerukunan umat beragama di Indonesia selama 11 tahun terakhir.