POJOKSATU.id, Tapanuli Selatan- Enam orang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Syekh Ahmad Basyir, terbawa arus Sungai Pemandian Parsariran, Desa Hapesong Baru Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan. Satu orang meninggal dunia. Jumat, (3/3).

Kronologinya, sekira pukul 13.30 WIB enam orang santri Ponpes Syekh Ahmad Basyir sedang bermain di Sungai Parsariran yang berada di lingkungan pesantren, kemudian tidak berselang lama arus sungai Pemandian Parsariran membesar sehingga menyeret dan menghayutkan mereka.

"Hingga saat ini 5 Orang Santri Ponpes Syekh Ahmad Basyir berhasil ditemukan dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara TK IV Polda Sumut untuk dilakukan penanganan Medis." ujar BPBD Tapanuli Selatan, Umar Daulay

Ditambahkannya, satu santri atas nama Juria diterima oleh Pihak Rumah sakit TK IV Polda Sumut sudah tidak sadarkan diri.

"Sudah dilakukan Upaya medis terhadap korban, pada pukul 15.15 WIB Santri atas nama Juria Dinyatakan meninggal dunia." tambah Umar Daulay.

Adapun keenam Santri Ponpes Syekh Ahmad Basyir, yang hanyut terbawa arus Sungai Pemandian Persariran adalah sebagai berikut:

1. Silha br Daulay, 13 tahun, pelajar kelas VII, penduduk Dusun Gunung Tua Desa Gapuk Tua Kec. Marancar Kab. Tapsel. (luka ringan / sadar)

2. Sri Nazwa Sahnia br. Siregar, 12 tahun, pelajar kelas VII, Desa Wek III Kec. Batangtoru Kab. Tapsel. (luka ringan / sadar)

3. Windi br. Hutapea, 12 tahun. Pelajar kelas VII, Desa Aek Pardomuan Kec. Angkola Sangkunur Kab. Tapsel (luka ringan / sadar)

4. Amanda br. Rambe, 12 tahun, pelajar kelas VII, Desa Pangarongan Kec. Marancar Kab. Tapsel. (sehat / sadar)

5. Juria, 12 tahun, pelajar kelas VII, Desa Simataniari Kec. Angkola Sangkunur Kab. Tapsel. (meninggal dunia)

6. Disra novia, 12 tahun, pelajar kelas vii, desa pangarongan kec. Batangtoru kab. Tapsel. (belum ditemukan) (TIK/pojoksatu)

BACA JUGA: Pemprovsu Butuh Skill Adaptasi Dalam Menghadapi Perubahan Iklim

BACA JUGA: Edy Rahmayadi Pastikan Kesiapan Sumut Hadapi Perubahan Iklim dan Antisipasi Bencana