POJOKSATU.id, MEDAN—Sebanyak empat orang meninggal dunia atau tewas akibat kejadian blackout atau pemadaman total listrik di lima provinsi di Sumatera pada Jumat malam hingga Sabtu (23/5).

Di Kabupaten Batu Bara, Sumut, dua pegawai toko aksesoris ponsel di Kelurahan Indrapura, Air Putih, ditemukan tewas pada Sabtu (23/5/2026). Sementara dua rekannya kondisi kritis di rumah sakit.

Sementara di Nagari Pandai Sikek Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, dua remaja ditemukan tewas pada Sabtu pagi di kantor masjid usai menghirup asap genset.

Baca Juga: Blackout Sumatera Makan Korban, Dua Remaja Tewas Hirup Asap Genset Masjid di Sumbar

Korban meninggal di Batu Bara disebut Adila dan Rahma. Sementara nama korban tewas di Tanah Datar disebut dua pelajar yaitu inisial berinisial GA (15) dan HAK (15).

Sementara satu korban kritis di Tanah Datar berinisial H (16) masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Diketahui, lima provinsi terdampak pemadaman atau blackout pada Jumat malam sekira pukul 18.44 WIB hingga Sabtu sore. Kelima provinsi yaitu Sumut, Sumbar, Aceh, Riau dan Jambi.

Bareskrim Turun Tangan

Unit Dittipidter Bareskrim Polri melakukan penyelidikan ke Pulau Sumatera soal blackout tersebut.

Baca Juga: Dirut PLN Minta Maaf Terbuka Usai Listrik Padam Lebih 8 Jam di Lima Provinsi di Sumatera

"Tim Direktorat Tipidter Bareskrim Polri menerjunkan tim ke titik putus sambungan Sutet 175-176 Desa Tempino, Mestong, Muara Jambi. Polisi menyelidiki penyebab black out yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera," ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni dalam keterangan tertulis, Minggu (24/5/2026).

Tim Direktorat Tipidter Bareskrim Polri didampingi oleh Puslabfor Bareskrim Polri dan PLN melakukan pengecekan ke lokasi pada Minggu (24/5).

Barang bukti konduktor yang putus dibawa ke Puslabfor Bareskrim.

"Barang bukti berupa konduktor yang putus dibawa ke Puslabfor Bareskrim dan Litbang PLN untuk diperiksa lebih lanjut," ucapnya.

Brigjen Irhamni mengatakan sejauh ini belum ditemukan indikasi kesengajaan terkait masalah listrik. Dia mengatakan pengecekan lebih lanjut akan dilakukan.***