POJOKSATU.id — Sejumlah konfederasi serikat pekerja terbesar di Indonesia sepakat untuk tidak menggelar aksi unjuk rasa dalam waktu dekat.

Keputusan ini diambil demi menjaga situasi tetap kondusif pascarangkaian aksi yang terjadi sebelumnya.

Konfederasi yang menahan diri itu terdiri dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Pembaruan, dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI).

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menegaskan bahwa instruksi ini telah dikeluarkan sejak 29 Agustus 2025 lalu oleh dirinya bersama Presiden KSPI Said Iqbal, Ketua Umum KSPSI Pembaruan Jumhur Hidayat, serta Presiden KSBSI Ely Rosita Silaban.

Baca Juga: Redam Keresahan Publik, Mendagri Ingatkan Pejabat Jangan Boros dan Pamer Kekayaan di Tengah Polemik Tunjangan dan Gaji DPR

Dalam arahan tersebut, seluruh buruh diminta tetap bersiaga di lokasi masing-masing, tetapi tidak terprovokasi untuk turun ke jalan.

“Kami tidak akan tinggal diam jika wilayah industri yang menjadi tempat buruh bekerja diganggu. Tapi demonstrasi damai adalah ruang demokrasi yang harus dijaga,” kata Andi Gani.

Ia juga menekankan khusus kepada anggota KSPSI agar menunggu instruksi resmi dari pimpinan, menjauhi wilayah rawan, dan tetap disiplin mengikuti komando.

Said Iqbal pun menambahkan, pihaknya belum berencana menggelar aksi lanjutan setelah ikut turun pada 28 Agustus 2025 lalu.

“Jika nanti ada aksi, kami pastikan melalui prosedur hukum, tidak anarkis, dan tanpa kekerasan. Jangan sampai buruh sendiri yang dirugikan,” ujarnya.***

 

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.promedia.pojoksatu

versid iOS: https://apps.apple.com/app/pojok-satu/id6670306141

Channel Whatsapp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaizUTRDjiOXHsJCgQ2E

Fanpage edugov: https://www.facebook.com/profile.php?id=61575904868212