POJOKSATU.id, YOGYAKARTA— Keluarga mulai mengungkap kejanggalan terkait meninggalnya Arya Daru Pangayunan (37) diplomat muda Kemlu yang tewas tragis di kamar kosnya  di Menteng Jakarta Pusat, Selasa (8/7).

Keluarga menganggap polisi terlalu dini menyimpulkan Arya Daru mengalami depresi sehingga bunuh diri. Pernyataan ini dianggap menyudutkan keluarga Arya Daru.

Dalam konferensi pers yang digelar Sabtu (23/8), keluarga membeberkan beberapa hal yang menurut mereka janggal terkait kasus Arya Daru ini.

1. Ponsel Aktif Lagi

Handphone atau ponsel korban yang sempat disebut hilang, malah aktif lagi, terlihat dari WA dan Instagram milik Arya Daru.

Baca Juga: Bukan Perkara Ringan, Polisi Selidiki Vandalisme Cagar Budaya Kantor Balai Kota Bogor, 5 Saksi Sudah Diperiksa, Identitas Pelaku Masih Diburu

Kuasa hukum keluarga Arya, Nicholay Aprilindo mengungkap, pihaknya mendapat informasi jika akun Instagram dan WhatsApp Arya saat ini aktif.

"Instagram dari almarhum saat ini on, padahal dikatakan HP-nya hilang," ujar Nicho dalam jumpa pers, Sabtu (23/8/2025).

"Dan istri dari almarhum itu mencoba lagi mengirimkan pesan singkat lewat WhatsApp dan itu centang dua, berarti kan On kalau centang dua," tegasnya.

2. Tidak Depresi

Keluarga Daru meyakini, Daru tidak mengalami depresi yang berujung bunuh diri.

Selama ini Daru hanya mengalami sakit kolestrol, kista di ginjal serta asam lambung.

Baca Juga: Terpukul Usai Kematian Anak Tunggalnya, Ayah Arya Daru Baru Berani Bersuara Sebulan Kemudian

"Yang jadi pertanyaan ketika jadi peristiwa misteri meninggalnya almarhum, ada pernyataan yang menyudutkan almarhum yaitu depresi, bunuh diri," ujar Nicholay Aprilindo.

Kuasa hukum keluarga yang lain, Dwi Librianto, menyebut bahwa istri Daru, Puspita, mengetahui Daru sakit kolesterol sekitar 4-5 tahun ini.

Kemudian sakit kista di ginjal diketahui 3 Juli 2025 setelah medical check up atau lima hari sebelum kejadian. Dan sakit gerd atau asam lambung dari 2 tahun lalu.

Dwi menjelaskan, Arya sering mengeluhkan rasa sakit tersebut kepada Pita. Rasa sakit tersebut, Dia bilang, cukup mengganggu pekerjaan Arya.

Baca Juga: Kemlu Apresiasi Dukungan Keluarga Besar dan Polisi Selama Proses Penyelidikan Kematian Diplomat Arya Daru

"Dari semua sakit Daru selalu mengeluh ke Pita tentang kesehatannya. Karena Daru sering lelah saat berhubungan intim dan kerja," jelasnya.

3. Tak Ada Permasalahan Rumah Tangga

Dwi Librianto juga menegaskan bahwa tidak ada permasalahan rumah tangga. Dwi juga menyebut Arya tak ada masalah dengan pihak lain.

 

4. Amplop Tanpa Nama

Keluarga Arya Daru jug menerima amplop tanpa nama dari pria misterius yang belum diketahui identitasnya yang diberikan pada satu hari usai pemakaman Arya.

"Amplop ini diberikan H+1 (pemakaman), pada saat pengajian, oleh seorang misterius yang diberikan kepada pembantu rumah tangga dari keluarga almarhum," ungkap Nicholay dalam jumpa pers, Sabtu (23/8/2025).

"Setelah dibuka ternyata berisi gabus putih berbentuk bintang, gambar hati, dan bunga kamboja. Amplop itu dilem dengan dua stiker putih," sambungnya.

Pembunuh Profesional

Kuasa Hukum keluarga Arya, Nicholay Aprilindo, menyebut kematian Arya cukup janggal dengan fakta-fakta yang sudah dikumpulkan pihak keluarga.

Nicholay meyakini jika kematian Arya bukanlah kasus bunuh diri.

"Kesimpulan sementara kami ini bukan kasus bunuh diri atau tidak melibatkan pihak lain," ujar Nicholay daat jumpa pers di Kota Jogja, Sabtu (23/8/202

"Kesimpulan sementara kami dengan kejanggalan-kejanggalan, fakta-fakta yang kami kumpulkan bahwa ini kemungkinan besar melibatkan pihak lain dan ada tindak pidananya,” katanya.

“Pihak lain yang punya keahlian yang profesional dalam menghabisi nyawa seseorang," tegas Nicholay.***