POJOKSATU.id, PADANG— Hanya berselang empat hari usai kejadian bunuh diri Shintia Indah Permatasari (23) di penginapan di Purus, Kota Padang, seorang mahasiswi Unand juga bunuh diri.
Mahasiswi Unand Padang yang bunuh diri merupakan calon dokter atau sedang kuliah di Fakultas Kedokteran dan ngekos di kawasan Jati, Padang Timur.
Penemuan mayat calon dokter berinisial Han itu membuat gempar warga di kawasan Jati, Kota Padang.
Baca Juga: Ribuan Warga Sulawesi Tenggara Dukung Deklarasi Baret Prabowo-Gibran
Korban adalah mahasiswa semester akhir di Fakultas Kedokteran Unand yang sedang melaksanakan koas.
Mahasiswi ini ditemukan bunuh diri di dalam kamar indekosnya di daerah Jati, Padang Timur, Kota Padang, Kamis (16/11).
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh temannya yang datang ke kos tersebut. Saksi bernama Onya ini bermaksud mengunjungi korban di dalam kamar kosnya.
Saat sampai di kos itu, Onya mendatangi kamar korban dan memanggil nama korban namun tak ada jawaban.
Baca Juga: Siswi di Kendari Nekat Akhiri Hidup dengan Minum Racun
Saksi pun mencoba masuk ke dalam kamar kos korban yang ternyata pintunya tidak dikunci.
Setiba di dalam kamar kos, saksi Onya mencari korban. Namun tak menemukannya di kamar.
Dan saat saksi ini membuka gorden, dia pun kaget melihat jasad mahasiswi kedokteran ini tergantung.
Saksi yang melihat temannya itu tergantung, spontan berteriak histeris hingga membuat penghuni kos maupun warga sekitar berdatangan.
Baca Juga: Dominan...8 Wakil China Lolos Final Japan Masters 2023, Hanya Jorji dan Axelsen Non-Tiongkok
Kapolsek Padang Timur, AKP Al Akhyar membenarkan kejadian tersebut, ada anak kos yang tergantung ditemukan oleh temannya.
Menurutnya, korban berjenis kelamin perempuan yang berasal Bekasi Barat, Jawa Barat, sudah dalam kondisi meninggal gantung diri.
“Saksi dan korban ini satu rumah kos, tapi berbeda kamar. Saat berkunjung ke kamar korban, saksi melihat temannya sudah tak bernyawa,” jelasnya kepada wartawan, Jumat (17/11).
“Mereka langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polisi dan kami mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP,” jelasnya.
Dari pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban mahasiswi kedokteran Unand Kota Padang, Han.***




