POJOKSATU.id - Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna menjadi kandidat peraih tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dari presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
Penghargaan ini diberikan kepada orang yang dianggap berjasa dan berbakti kepada bangsa dan negara.
Satyalancana Wira Karya meliputi, inovasi berupa strategi, regulasi, kebijakan, prosedur, gagasan, ide, metode atau hal praktis yang diamati atau dirasakan sebagai sesuatu yang baru atau orisinal.
Selain itu, pemanfaatannya sudah dirasakan oleh instansi, masyarakat atau kelompok tertentu.
Saat ini, penilaian telah masuk dalam tahapan 5 yaitu verifikasi dan validasi data, menerima paparan, penilaian ke lapangan, hingga pendalaman usulan.
Sebelumnya sudah melalui tahapan seleksi atau pengajuan disusul menerima usulan dan verifikasi internal.
BACA JUGA: Kota Bandung Juara Umum Pentas PAI Jenjang SD Tingkat Jabar 2023
Ketiga, verifikasi dari BIN, Polri, Kejagung. Keempat, kelengkapan administrasi.
Ketua Tim Verifikasi dan Peninjauan Lapangan Calon Penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya, Gian Martika Kuswandi menjelaskan tujuan verifikasi.
Yaitu proses menerima kebenaran dan kesesuaian antara karya dan inovasi yang diusulkan dengan data dan bukti yang diberikan.
Ia mengatakan, ada beberapa syarat umum sebagai rekomendasi orang yang akan mendapatkan penghargaan dari Presiden.
Di antaranya memiliki integritas moral, berjasa terhadap bangsa dan negara, berakhlak baik, tidak pernah dipidana atau dipenjara.
"Ini verifikasi usulan tahun sekarang meningkat, karena tahun ini akhir masa jabatan. Mulai bulan Februari sampai Juli ini, kami berkeliling ke seluruh Indonesia, sudah mem-verifikasi 60 bupati 18 gubernur," katanya, Selasa 11 Juli 2023.
BACA JUGA: KPK ‘Provokasi’ Istri Pejabat dan Pegawai Pemkot Bandung jadi Menkeu dan Auditor
Rencananya tanda kehormatan tersebut akan diserahkan Presiden Jokowi di Solo pada 12 Agustus 2023 mendatang.
Sementara itu, Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna mengungkapkan, ia sempat memberikan paparan tentang pengembangan dan pemberdayaan koperasi dan UMKM di Kota Bandung.
Dimana saat ini tercatat koperasi aktif pada 2022 berjumlah 720 unit dengan anggota mencapai 138.108 orang.
Sementara UMKM di Kota Bandung pada 2022 terdaftar sebanyak 9.187 UMKM.
Adapun formula uraian jasa salah satunya Salapak Mikroshop yaitu Sarana Layanan Pemasaran Produk Koperasi dan UMKM di Kota Bandung serta Satgas Anti Rentenir.
Hal ini menjadi lokomotif untuk mewujudkan Bandung kawasan bersih rentenir.
BACA JUGA: Yuk Serbu Pasar Kreatif Bandung 2023, Ini Jadwal dan Lokasinya
"Ini menjadi penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat yang adil melalui koperasi," kata Ema.
Ia membeberkan, adapun kegiatan yang dilakukan di kawasan tersebut seperti gelar pasar, foto produk, wrokshop hingga bazar.
"UMKM di Kota Bandung ini linier, sebagai penopang utama di kota. Mereka dulu paling kuat menerima pendapatan," ungkapnya.
Terkait Satgas Anti Rentenir, Ema menuturkan tujuannya yaitu menjadi solusi terhadap permasalahan masyarakat dalam menghadapi rentenir.
"Ada beberapa koperasi yang menjadi mitra dalam memberdayakan masyarakat seperti Koperasi Keluarga Besar Al-Mutaqqin (KSP Kebal), Koperasi Sumber Bahagia, Koperasi BMT Insanul Kamil," katanya.
Ema berharap koperasi dan UMKM di Kota Bandung lebih unggul sehingga bisa bertahan hingga saat ini.
"Kita harap koperasi dan UMKM di Kota Bandung menjadi unggulan. Bisa dipertahankan dari dinamika roda ekonomi," bebernya. (*/Arief Pratama/Pojoksatu)



.webp)
