POJOKSATU.ID - Kabar duka kembali menyelimuti Sumatera Barat ketika seorang tokoh masyarakat Pasaman.

Yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua DPRD, meninggal dunia dalam insiden tragis di tengah upaya kemanusiaan.

Almarhum wafat saat hendak mengantarkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir bandang, bencana yang beberapa hari terakhir melumpuhkan aktivitas dan memutus akses di sejumlah wilayah.

Baca Juga: 50 Contoh Soal SAS-UAS BAHASA SUNDA SMP Kelas 7 Semester 1, DOWNLOAD FILE PDF, Diawali Paguneman, Tatakrama Basa hingga Pupujian

Di tengah kemacetan panjang akibat kendaraan bantuan dan alat berat yang bekerja membersihkan jalur, almarhum memilih berjalan kaki demi memastikan donasi yang dibawanya tiba tepat waktu kepada warga yang membutuhkan.

Langkahnya menggambarkan ketulusan dan kepedulian yang selama ini melekat pada dirinya. Namun misi kemanusiaan tersebut justru berakhir duka.

Saat melintas di Jalan Kubua Sinun, suasana sibuk perbaikan dan lalu lintas alat berat berubah menjadi saksi bisu tragedi.

Baca Juga: Gus Ulil Bantah Tambang Jadi Biang Bencana Sumatera, Sebut Wacana Zero Mining Sebagai Pandangan Keliru, Netizen pun Geram

Dalam hitungan detik yang tak terduga, sebuah insiden melibatkan alat berat merenggut nyawanya. Kejadian itu mengejutkan banyak pihak, terlebih karena almarhum sedang menjalankan tugas mulia membantu sesama.

Tidak ada yang menyangka perjalanan penuh kepedulian tersebut berubah menjadi perpisahan terakhir.

Warga Pasaman yang mengenal almarhum sebagai sosok ramah dan selalu hadir di tengah masyarakat kini kehilangan figur yang selama ini menjadi tumpuan dalam banyak situasi darurat maupun kegiatan sosial.

Baca Juga: KDM Lagi-Lagi Greget! Truk Aqua Nyungsep di Subang, Muatan Kelebihan Kebongkar di Tempat

Selama hidupnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang tidak hanya berperan dalam jabatan publik, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.

Keputusannya turun langsung ke lokasi bencana menggambarkan kedekatannya dengan warga dan komitmennya terhadap bantuan kemanusiaan.

Meskipun sudah tidak menjabat, dedikasinya tak pernah surut.

Baca Juga: Distribusi Bantuan Kemanusiaan di Aceh Tamiang, Kemensos Kerahkan Jalur Darat dan Udara!

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa bencana bukan hanya menyisakan kehilangan akibat alam, tetapi juga kisah perjuangan manusia yang berada di garis depan penanganan keadaan darurat.

Almarhum adalah satu dari banyak sosok yang rela mempertaruhkan keselamatan demi membantu orang lain.

Pengabdiannya, meski berakhir pilu, meninggalkan jejak kemanusiaan yang mendalam bagi masyarakat.

Baca Juga: Pengumuman Resmi: Seleksi PPPK Tenaga Kependidikan di Sekolah Rakyat Kemensos RI Tahun 2025 Dibuka!

Warga Pasaman terus mengirimkan doa dan belasungkawa, mengenang almarhum sebagai figur yang selalu hadir saat diperlukan.

Kepergiannya meninggalkan luka mendalam, namun juga teladan tentang ketulusan dalam membantu sesama.

almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, dan semoga tragedi ini menjadi pelajaran untuk meningkatkan keselamatan dalam operasi kebencanaan di masa mendatang.***