POJOKSATU.ID — Bank Indonesia (BI) memproyeksikan ekonomi Jawa Barat pada tahun 2025 akan tumbuh lebih baik dibandingkan tahun 2024, dengan target pertumbuhan sebesar 4,7% hingga 5,5% (year on year/yoy).

Optimisme ini didukung oleh pemulihan ekonomi global dan penguatan ekonomi domestik yang diperkirakan terus berlanjut.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muhammad Nur, menyatakan bahwa proyeksi positif ini didorong oleh beberapa faktor kunci. Salah satunya adalah peningkatan daya beli masyarakat seiring dengan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Barat. Selain itu, investasi swasta juga diperkirakan meningkat dengan target investasi mencapai Rp270 triliun pada 2025.

Baca Juga: Kata Talajic, Kalian Punya Jutaan Penduduk, Tapi Kebanyakan Pemain Justru Berasal dari Belanda, Marselino: Kami Akan Menunjukkan Siapa Kami!

“Optimisme masyarakat dan peningkatan investasi swasta menjadi motor penggerak utama bagi ekonomi Jawa Barat. Kami berharap target ini dapat tercapai dengan tetap menjaga stabilitas harga dan mendorong sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Muhammad Nur saat ditemui di Bandung.

Namun demikian, Muhammad Nur menekankan bahwa Jawa Barat juga menghadapi tantangan besar, terutama terkait transisi kepemimpinan nasional. Kebijakan pemerintah pusat dalam kerangka visi "Asta Cita" yang diusung pemerintahan baru berpotensi memengaruhi aliran dana ke daerah, mengingat ruang fiskal yang semakin terbatas.

“Dibutuhkan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan pusat agar kebijakan ekonomi yang diambil dapat berdampak nyata pada perekonomian daerah. Selain itu, menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah, menjadi prioritas agar pemulihan ekonomi dapat berkelanjutan,” jelas Muhammad Nur.

Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Berikan Takjil Gratis Bagi Pelanggan Kereta Api

Tantangan lainnya adalah ketergantungan impor yang masih tinggi dan normalisasi anggaran fiskal pasca tahun politik 2024. Untuk itu, Jawa Barat diharapkan dapat memperkuat sektor industri pengolahan, pertanian, serta ekspor dengan memanfaatkan perbaikan hubungan perdagangan internasional dengan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

"Upaya untuk mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan produktivitas industri domestik terus dilakukan. Ini penting agar ekonomi Jawa Barat tetap tangguh menghadapi ketidakpastian global," tambah Muhammad Nur.

Sebagai bagian dari visi "Jabar Istimewa 2025-2029" dalam rangka menuju "Jabar Termaju 2045", Bank Indonesia mendukung kebijakan bauran moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas ekonomi.

“BI siap mendukung sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di Jawa Barat. Kami berharap pertumbuhan ekonomi dapat terus berlanjut secara berkelanjutan dan inklusif,” tutup Muhammad Nur.

Dengan optimisme dan kesiapan menghadapi tantangan, ekonomi Jawa Barat diharapkan dapat tumbuh lebih solid di tahun 2025, memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional maupun global.***