POJOKSATU.ID - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kembali menegaskan pentingnya efisiensi anggaran di tingkat daerah.

Salah satu langkah yang didorong adalah memangkas perjalanan dinas yang dinilai tidak mendesak, agar anggaran bisa dialihkan ke program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Tito di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (26/3/2026), di tengah upaya pemerintah pusat mengantisipasi tekanan fiskal akibat kenaikan harga minyak dunia.

Baca Juga: Tak Masuk Kerja Usai Lebaran, 2.707 ASN Kena Sanksi Berat Dari Potong Tukin sampai Dipecat

“Sejak dulu saya sudah ingatkan soal efisiensi, terutama perjalanan dinas yang tidak perlu,” ujar Tito.

Menurutnya, anggaran perjalanan dinas selama ini masih memiliki ruang besar untuk dihemat.

Dana tersebut, lanjut dia, seharusnya dapat digunakan untuk program-program yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Baca Juga: Diguyur Hujan, Satgas Citarum Harum Sektor 10 Tetap Gas Bersihkan Sampah di Anjun Kaler

Tak hanya itu, Tito juga mendorong efisiensi di sektor lain, seperti penggunaan listrik di kantor pemerintahan.

Ia bahkan mengingatkan kembali kebiasaan sederhana saat pandemi COVID-19, seperti mematikan lampu dan AC saat tidak digunakan.

Langkah lain yang disiapkan adalah penerapan kembali sistem kerja dari rumah atau Work From Home.

Baca Juga: Kapan TPG Guru Cair April 2026? Ini Bocoran Jadwal SKTP Berdasarkan Pola Resmi Kemendikdasmen dan Cara Memastikan Status Anda Aman

Skema ini dinilai mampu menekan penggunaan bahan bakar minyak, terutama dari aktivitas mobilitas pegawai.

Meski demikian, Tito memastikan sistem pengawasan tetap berjalan ketat melalui platform digital.

Pegawai yang bekerja dari rumah akan tetap dipantau melalui absensi online dan pelacakan lokasi berbasis GPS.

“Dengan sistem digital, kita bisa memastikan pegawai tetap bekerja sesuai aturan,” jelasnya.

Sementara itu, pemerintah juga tengah melakukan penyisiran anggaran secara menyeluruh.

Baca Juga: Bapemperda DPRD Jabar Matangkan Raperda Strategis, Tata Kelola Sampah Bandung Barat Jadi Acuan

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penghematan difokuskan pada belanja yang tidak produktif, tanpa menyentuh program prioritas.

Program seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, hingga Sekolah Rakyat dipastikan tetap berjalan.

Langkah efisiensi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas anggaran, sekaligus memastikan program yang benar-benar dirasakan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.***