POJOKSATU.id, JAKARTA –Imbas pernyataan dukungan dari mantan Presiden Jokowi, ternyata tak memberi efek besar kepada kedua pasangan di Pilkada Jakarta.

Dari hasil survei sementara, Polmark Indonesia mencatat elektabilitas Pramono Anung-Rano Karno unggul di atas dua pasangan di Pilkada Jakarta.

Elektabilitas Pramono-Rano berada di angka 46 persen, sedangkan RIDO dengan 39,1 persen.

Sementara dari survei Litbang Kompas pada 20-25 Oktober 2024 mencatat Pramono-Rano berada di posisi puncak dengan elektabilitas 38,3 persen. Sementara RIDO di angka 34,6 persen.

Baca Juga: Media Inggris Ini Paling Senang Indonesia Hajar Arab Saudi, Dalam Sehari 5 Postingannya Tentang Timnas Garuda

 

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto optimis pasangan Pramono Anung-Rano Karno menang Pilgub Jakarta 2024.

Hasto memuji kedewasaan dan kematangan Pramono dalam berpolitik. Menurutnya, Pramono mengenal Jokowi dalam waktu lama, tapi Pramono merespons secara dewasa dukungan Jokowi kepada lawan politiknya, yaitu RK.

"Kami optimis, karena respon dari Mas Pram yang sangat bijak, Mas Pram ini yang mengeluarkan tanda tangan rekomendasi Pak Jokowi sebagai wali kota, 23 tahun bersama Pak Jokowi, 10 tahun menjadi pembantu presiden," kata Hasto kepada wartawan di DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2024).

Baca Juga: Profil Armando Robert, Pemain Muda PSBS yang Dipanggil Pemusatan Latihan Timnas Indonesia Jelang ASEAN Cup 2024

"Tetapi ketika Pak Jokowi mengendorse yang lain, Mas Pram tetap optimis dengan keyakinannya. Sehingga ini yang menjadi suatu nilai positif bahwa dengan sikap Pak Pramono Anung dan Rano Karno atas endorsement Pak Jokowi terhadap Pak Ridwan Kamil itu, malah mendapatkan dukungan yang makin luas buat Pak Pram dan Pak Rano," tambahnya.

Hasto mengatakan pihaknya telah mengantisipasi Pilgub Jakarta akan berjalan dua putaran. Namun dengan dukungan Jokowi kepada Ridwan Kamil, Hasto kini yakin bahwa Pilgub Jakarta bisa berjalan satu putaran.

"Sebelum adanya endorsement Pak Jokowi, kami merancang dua putaran, tetapi justru begitu Pak Jokowi mengendorse dan mendapat reaksi negatif publik, ini malah bisa satu putaran," ucapnya.

Hasto menyebut publik merespons negatif dukungan Jokowi kepada Ridwan Kamil. Karena itu, Hasto meyakini arus dukungan publik akan berbalik dan mendukung Pramono-Rano Karno.

 "Karena kedewasaan Mas Pram dalam merespon itu, menunjukkan kematangan emosional dan kematangan kepemimpinan dari Pramono Anung, itu yang kemudian mendapat dukungan arus balik. Sehingga Jakarta satu putaran," imbuhnya.***