POJOKSATU.ID- Pengamat Komunikasi Politik dan Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio menilai deklarasi dukungan Jusuf Kalla untuk pasangan AMIN adalah pesan khusus yang disampaikan kepada Presiden Jokowi, bahwa JK siap ikut bertarung di Pilpres 2024.

Terlebih dukungan mantan Wapres ini untuk Anies- Cak Imin merupakan tantangan halus yang diperuntukkan untuk melawan Jokowi.

"Menurut saya dia itu lagi menyampaikan pesan kepada Jokowi sekarang kita berhadap-hadapan," kata Hendri Satrio kepada wartawan, Kamis (21/12/2023).

Baca Juga: Jokowi Resmikan BTS 4G dan Satria-1, Sinyal Internet di Indonesia Makin Ngegas

Hendri menuturkan, bahwa JK itu merupakan guru politik Anies Baswedan. Hal ini tentunya akan menjadi pengaruh seberapa kuatkah dukungan mantan Ketua Umum Partai Golkar ini untuk bisa melangkah jauh mendukung paslon yang didukung NasDem, PKB dan PKS ini.

"Pertanyaan besarnya adalah kenapa JK harus bicara deklarasi. Padahal semua orang sudah paham JK itu butuh Anies," tandasnya.

Diketahui, Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan bahwa dirinya telah lama memberikan dukungan kepada kepada Anies Baswedan sebagai calon presiden.

Baca Juga: PDIP Telah Mengumumkan Nama Caleg DPRD untuk Kota Cirebon

Namun, karena menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), JK memiliki batasan untuk menyampaikan sikap.

"Saya betul-betul menyampaikan sikap saya mudah-mudahan ada manfaatnya. Saya sebenarnya sudah lama mendukung Anies secara pribadi. Tapi karena saya Ketua PMI memiliki batasan," kata JK saat bertemu dengan relawan AMIN, Selasa (19/12/2023).

Sementara Jubir JK, Husain Abdullah, membeberkan alasan di balik sikap politik JK tersebut.

Husain menyebut JK merasa punya tanggung jawab moral agar masyarakat tidak salah memilih pemimpin untuk 5 tahun mendatang.

Baca Juga: Microsoft Copilot Bisa Buat Lagu dari Satu Kalimat dengan Fitur Ajaib Ini

Dengan begitu, kata Husain, JK memilih mendukung Anies dan Imin.

“Karena merasa punya tanggung jawab moral agar rakyat tidak salah dalam memilih pemimpin yang akan memimpin Indonesia dalam 5 tahun ke depan," tuturnya. ***