POJOKSATU.id, SUMUT - Effendi Simbolon politikus dari PDIP menjadi pusat perhatian usai memberikan sinyal dukungan kepada Prabowo Subianto, sosok yang merupakan lawan politik dari PDIP.

Karena pernyataannya tersebut, ia dipanggil Dewan Kehormatan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Sementara itu, Prabowo Subianto tidak ingin ikut campur dengan masalah dalam internal DPP PDI-P tersebut. Dia berpendapat bahwa rencana DPP PDI-P untuk memanggil Effendi Simbolon adalah bukan urusannya.

BACA JUGA: Effendi Simbolon Dipanggil Dewan Kehormatan PDIP Buntut Dukung Prabowo Nahkodai RI

Berikut rangkuman biodata Effendi Simbolon, yang tengah menjadi sorotan publik karena mendukung rival politiknya, Prabowo Subianto.

Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, M.I.Pol lahir di Banjarmasin Kalimantan, pada tanggal 1 Desember 1964.

Dia ditunjuk menjadi wakil ketua komisi VII DPR RI yang fokus terhadap masalah dalam bidang Energi Sumber Daya Mineral, Riset, Teknologi dan Lingkungan Hidup sampai tahun 2013. Lalu menjadi anggota Komisi I sejak tahun 2019.

Saat ini, Effendi Simbolon menduduki posisi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang Sumber Daya dan Dana PDI-P.

Dirinya pernah diajukan menjadi bakal calon sekretaris jenderal (Sekjen) PDI-P periode 2010-2015. Effendi Simbolon adalah anak bungsu dari pasangan St. MM Simbolon dan Martha br Tobing.

BACA JUGA: Cak Imin Bisa Membelok ke PDIP, Prabowo Terancam Gagal Nyapres

Effendi Simbolon menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Cendrawasih Banjarbaru (1969–1975). Kemudian setelah pindah ke Jakarta, pria berdarah Batak itu melanjutkan pendidikan menengah ke SMP Negeri 41 Jakarta (1975–1979) dan SMA Negeri 3 Jakarta (1979–1982).

Dia terpilih sebagai Ketua Alumni SMA Negeri 3 Jakarta yang memiliki anggota kurang lebih sebanyak 600 alumni. Effendi Simbolon melanjutkan pendidikan tinggi ke Universitas Jayabaya dengan jurusan S-1 Manajemen Perusahaan.

Dia berhasil mendapatkan gelar Doktorandus pada tahun 1988. Pada tahun 2011, setelah menjabat sebagai anggota DPR RI Effendi Simbolon melanjutkan kuliah S-2 di Universitas Padjadjaran jurusan Ilmu Politik dan lulus dengan gelar Magister Ilmu Politik tahun 2013.

Lalu menempuh S-3 di universitas yang sama jurusan Hubungan Internasional dan mendapatkan gelar Doktor pada tahun 2015. Effendi Simbolon sempat menjadi Ketua Umum PB Lembaga Karate-Do Indonesia (PB Lemkari) dari tahun 2008-2012.

Di sana dirinya dibantu oleh Wakil Ketua I Bambang Wuryanto. Selain itu, juga ada Wakil Ketua II Sasongko yang juga menjadi Ketua Harian dan 22 anggota pengurus.

BACA JUGA: Survei LSI : Nama Prabowo Makin Meroket, Anies Makin Anjlok

Effendi Simbolon juga merupakan salah satu penggagas terbentuknya Pusat Punguan Simbolon dohot Boruna se-Indonesia (PSBI), sebuah perkumpulan bagi keluarga dengan marga Simbolon. Effendi Simbolon pun kemudian diangkat untuk menjadi ketua umum pungguan tersebut.

Pusat Punguan Simbolon dohot Boruna se-Indonesia (PSBI) sendiri rencananya akan mengadakan "Pesta Bolon" bersama ribuan masyarakat Batak marga Simbolon (Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia/PSBI) yang ada di Jabodetabek pada 1-7 Juli 2012 yang dimeriahkan oleh sekitar 200 orang seniman dan artis ibukota.

Perhelatan "Pesta Bolon" itu dimaksudkan sebagai sebentuk ungkapan syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Kuasa dan juga sebagai wahana agar masyarakat Batak yang tersebar di berbagai daerah perantauan tetap mengenal akar budaya mereka. Karenanya "Pesta Bolon" itu juga akan mengundang perwakilan 100-an marga Batak lainnya untuk turut memeriahkan kegiatan.

Dia juga ikut dalam pertarungan bursa calon Gubernur dan wakil gubernur Sumut periode 2013-2018. Effendi dinilai sebagai pemimpin yang tepat karena Sumut butuh pemimpin yang kuat, tegas, visioner dan memahami keanekaragaman budaya di daerah ini.

Kala itu, Ayah tiga anak ini juga mengusung ikon kampanye Sumut Berwarna artinya Sumut yang Bersih, Sumut yang Berwibawa, Sumut yang Sejahtera, dan Sumut yang Berguna. (TIK/pojoksatu)

BACA JUGA: Jamiluddin Ritonga : Dukungan ke Ganjar di Internal PDIP Pecah