POJOKSATU.id — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan pengembangan fasilitas pejalan kaki di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

Infrastruktur yang dirancang berupa pedestrian deck tersebut ditujukan untuk mempermudah perpindahan masyarakat di antara berbagai layanan transportasi umum.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa pembangunan deck pejalan kaki baru akan memperluas koneksi menuju sejumlah titik transportasi penting yang berada di kawasan Dukuh Atas.

Baca Juga: Mahfud Optimistis RUU Perampasan Aset Disahkan, DPR Pasang Deadline 15 Desember dan Siap Mundur Jika Gagal

Rencananya, fasilitas tersebut akan menjadi penghubung bagi enam moda transportasi, yakni LRT Jabodebek, LRT Jakarta, MRT Jakarta, TransJakarta, KRL Commuter Line, serta Kereta Bandara.

"Deck pejalan kaki Dukuh Atas yang baru akan lebih jauh menghubungkan LRT Jabodebek, LRT Jakarta, MRT, TransJakarta, KRL Commuter Line, serta Kereta Bandara," kata Pramono.

Menurut Pramono, penataan dan pengembangan Dukuh Atas merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun sistem perkotaan yang memiliki konektivitas kuat.

Baca Juga: Indonesia Dikepung Zona Megathrust, Kenali Wilayah dan Potensi Bahayanya

Kawasan tersebut diharapkan dapat semakin optimal menjalankan fungsinya sebagai salah satu pusat pertemuan berbagai jaringan transportasi umum di Jakarta.

Keberadaan pedestrian deck juga diharapkan membuat perjalanan antarmoda menjadi lebih praktis bagi pengguna transportasi publik.

Masyarakat nantinya dapat berpindah layanan transportasi dengan akses pejalan kaki yang lebih terhubung dan nyaman.

Baca Juga: Pasca Aksi Demo Semalam, Polda Metro Jaya Minta Warga tidak Terprovokasi, Sementara Aktivitas Tetap Berjalan

Penguatan konektivitas di Dukuh Atas berjalan beriringan dengan upaya Pemprov DKI memperbesar cakupan layanan transportasi umum di Jakarta.

Berdasarkan keterangan Pramono, total perjalanan masyarakat menggunakan angkutan umum selama enam bulan pertama 2026 mencapai kurang lebih 112 juta perjalanan.

Tingginya angka tersebut disebut menjadi salah satu gambaran meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi publik.

"Pertumbuhan permintaan ini didukung oleh perluasan jaringan transportasi terintegrasi Jakarta yang terus berlanjut," ujar Pramono.

Baca Juga: Gandeng Inggris dan Anak Usaha World Bank, Air Sungai Cikapundung Bandung Bakal Diolah Jadi Air Minum!

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sejumlah proyek pengembangan transportasi juga terus dilakukan.

Salah satunya adalah pembangunan LRT Jakarta yang menghubungkan kawasan Kelapa Gading dengan Manggarai.

Rute tersebut diproyeksikan berperan sebagai layanan pengumpan atau feeder yang akan menunjang konektivitas dengan jaringan transportasi publik lainnya.

Di sisi lain, pengembangan jaringan MRT Jakarta juga masih berlanjut melalui proyek perpanjangan jalur dari Bundaran HI menuju Monas.

Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2027 dan diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan MRT di kawasan pusat Jakarta.

Baca Juga: Update Loker BUMN Agustus 2026: ANTAM, ASDP hingga Perbankan Buka Peluang Kerja

Pramono mengatakan keterhubungan berbagai moda transportasi memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan Jakarta sebagai kota global.

Karena itu, pembangunan fasilitas pedestrian sekaligus perluasan jaringan angkutan umum terus didorong agar perjalanan masyarakat menjadi lebih mudah.

Pemprov DKI juga berharap peningkatan integrasi transportasi dapat menarik lebih banyak warga untuk memilih angkutan umum dibandingkan kendaraan pribadi.

Dengan jaringan yang semakin terkoneksi, mobilitas masyarakat di Jakarta diharapkan menjadi lebih lancar, praktis, dan efisien.***