POJOKSATU.id, JAKARTA—Data mengejutkan kembali muncul dari Badan Gizi Nasional (BGN). BGN mengalokasikan dana 2026 untuk event organizer (EO) sebesar Rp113,91 miliar.

Anggaran ini digunakan untuk 16 paket pekerjaan sebagai kebutuhan strategis, karena lembaga baru ini belum memiliki sumber daya internal yang cukup untuk acara berskala besar.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, melalui keterangannya, Minggu (12/4/2026) buka suara terkait anggaran EO dari BGN ini.

Baca Juga: Target BGN Zero Keracunan MBG Digaungkan di 2026, Tapi Data Ungkap 4.755 Siswa Jadi Korban dalam Dua Bulan

Dadan Hindayana mengatakan, keterlibatan EO merupakan kebutuhan strategis bagi lembaganya yang masih dalam tahap awal pembentukan sistem dan tata kelola operasional.

“Sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk menjalankan program strategis nasional tentu berada dalam fase awal pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional,” kata Dadan, Minggu.

Menurutnya, dalam tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri.

Menurut Dadan, pelaksanaan acara, kampanye publik, dan sosialisasi nasional yang kompleks membutuhkan dukungan tenaga profesional. Dikatakan Dadan, EO dinilai memiliki keahlian untuk itu.

Baca Juga: Anggaran Fantastis! BGN Gelontorkan Rp113,9 Miliar untuk EO, Dinilai Tak Sejalan dengan Prioritas Gizi Rakyat

“Penggunaan jasa EO dalam konteks ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kegiatan dapat berjalan secara profesional, terstandar, dan tepat waktu,” ujarnya.

“EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan, koordinasi vendor, pengelolaan teknis lapangan, hingga mitigasi risiko operasional,” jelasnya.

“Hal-hal ini membutuhkan pengalaman dan tim yang solid yang secara realistis belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN di fase awal pembentukannya,” katanya.

Selain aspek teknis, pelibatan EO juga dinilai membantu penataan administrasi dan keuangan agar lebih rapi.

Dengan pihak ketiga, proses pengadaan, pembayaran vendor, hingga pelaporan dapat dilakukan secara terpusat dan sistematis.

“Hal ini justru memudahkan proses audit, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara, karena seluruh komponen kegiatan terdokumentasi secara sistematis,” ujar Dadan.

Bukan Sekedar Seremonial

Dadan menegaskan, kegiatan yang ditangani EO bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari strategi komunikasi publik terkait isu gizi nasional, termasuk bimbingan teknis bagi penjamah makanan agar keamanan pangan dikelola tenaga terlatih.

Oleh karena itu, kualitas penyelenggaraan menjadi krusial. EO berperan dalam memastikan pesan yang ingin disampaikan pemerintah dapat dikemas secara efektif, menarik, dan berdampak luas, sehingga tujuan program dapat tercapai secara optimal serta pengelolaan SDM yang terlatih di bidangnya.***