POJOKSATU.id - Kasus dugaan penganiayaan oleh guru honorer, Supriyani, kini mengarah pada keselamatan dan perlindungan yang diberikan kepadanya.

Ini karena insiden pecahnya kaca mobil dinas Camat Baito, Sudarsono, yang biasa ditumpangi Supriyani saat menghadiri persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Andoolo diduga mengalami penembakan.

Karena kejadian itu, keberadaan Supriyani kini diamankan di rumah dinas Camat Baito, Sudarsono, sebagai upaya perlindungan selama proses hukum berjalan.

Kuasa hukumnya, Andri Darmawan, menjelaskan bahwa kondisi rumah Supriyani sudah tidak aman karena banyak orang berusaha menghubungi dan bertemu dengannya.

Baca Juga: FAKTA LAIN Kasus Supriyani DIUNGKAP, Tak Hanya UANG DAMAI Rp50 Juta, Oknum Jaksa Juga Disebut Minta Rp15 Juta 

"Banyak telepon, banyak orang mau ketemu," ungkapnya.

Andri juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Sudarsono yang telah menyediakan tempat aman bagi kliennya selama proses persidangan.

"Kami terimakasih pihak Kecamatan Baito mau memfasilitasi Supriyani ada (tinggal) di sini, untuk terlindungi, aman sampai proses sidang selesai," tambahnya.

Insiden Dugaan Penembakan Mobil Dinas

Insiden kaca pecah pada mobil dinas Camat Baito terjadi pada Senin (28/10/2024) sekitar pukul 14.30 WITA saat mobil tersebut sedang digunakan oleh Pj Kepala Desa Ahuangguluri, Herwan Malengga, yang dalam perjalanan pulang.

Baca Juga: ROKIMAN, Kepala Desa Wonua Raya yang Jadi Mediator Kasus Supriyani, Didampingi 100 PENGACARA dari APDESI, Hindari KRIMINALISASI KADES

Saat mendekati gerbang rumah jabatan Camat Baito, Herwan mendengar suara yang menyerupai daun kelapa jatuh, dan mendapati kaca mobil pecah.

"Seperti ada daun kelapa jatuh ke tanah, begitu bunyinya," jelas Herwan.

Ia sempat mengira pecahnya kaca tersebut disebabkan oleh tabrakan dengan burung, namun setelah diperiksa, tidak ditemukan burung di lokasi tersebut.

Orang Tak Dikenal

Beberapa saat kemudian, Herwan sekilas melihat sosok orang tak dikenal (OTK) di sekitar lokasi.

Baca Juga: SOSOK Ini yang Buka Permintaan Uang Damai Rp50 Juta di Kasus Supriyani, Disebut ADA BUKTI REKAMAN Saat Tawaran, Akan DIPUTAR NYARING di Persidangan 

Herwan sempat mengejar OTK tersebut, namun orang itu berhasil melarikan diri ke arah semak-semak.

"Saya sempat kejar tadi, tapi dia sudah jauh, lari ke arah semak-semak," tuturnya.

Setelah insiden tersebut, Camat Baito, Sudarsono, menerima informasi dari Herwan dan segera menuju lokasi kejadian.

"Katanya mobil ada yang terkena peluru. Saya belum pastikan peluru apa, makanya langsung ke sana, ke TKP," ujar Sudarsono.

Kapolsek Baito, Ipda Muh Idris, juga langsung turun ke lokasi setelah mendapat laporan terkait dugaan penembakan ini.

"Saya dapat informasi, turun ke TKP. Lihat ini semua," katanya, namun belum memberikan detail lebih lanjut mengenai hasil penyelidikan.

Baca Juga: Mobil yang Sering Antar Guru Supriyani Diduga Ditembak, Kaca Retak, Seseorang Berlari dari Semak-semak

Hingga saat ini, kendaraan tersebut dibawa ke Polsek untuk proses pemeriksaan lebih lanjut sambil menunggu penyelidikan dari Polres.

Sudarsono Bantu Kasus Supriyani

Sudarsono, dikenal telah banyak membantu Supriyani selama proses hukum, dianggap sebagai sosok yang dipercayai oleh tim kuasa hukum guru tersebut.

Sejak Supriyani dibebaskan dari Lapas Perempuan dan Anak Kota Kendari, Sudarsono mengizinkannya tinggal di rumah dinasnya dan bahkan menggunakan rumah tersebut sebagai lokasi mediasi terkait kasus ini. ***


#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.