POJOKSATU.id, BANGKALAN –Misteri kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), mulai terkuak.
Sebelum tewas di parkiran Bandara Juanda Sidoarjo Jatim, Ruly Yunis terakhir bersama lelaki lain yang bukan suaminya.
Dugaan kuat love scamming pun muncul sebagai motif tewasnya ASN Pemkab Bangkalan di tempat umum ini.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengungkap terkait motif tewasnya Ruly Yunis, dia menyebut antara asmara dan penipuan berkedok cinta (love scamming).
Baca Juga: Ditemukan Meninggal di Juanda, Hasil Visum Sekdis Ruly Yunis Setiawati Berkaitan Penganiayaan
Meski demikian, Risang menyebut motif yang paling kuat adalah terkait penipuan yang memanfaatkan korban.
"Nah, motif itu seperti seolah-olah motif asmara tapi dari hasil asmara. Tapi kalau asmara dari hasil visum jenazah tidak ditemukan unsur persetubuhan," terangnya.
"Jadi kemungkinan itu apa namanya, Love scamming. Tapi itu motif pasti terungkap kalau pelaku sudah ditangkap. Ditunggu saja," kata Risang kepada wartawan, Senin (29/6/2026).
Risang sendiri sudah mengumpulkan data terduga pelaku berbekal dari rekaman CCTV Bandara Juanda. Ia menduga terduga pelaku tinggal di Malang. Namun dia menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kasus ini ke polisi.
Baca Juga: Sekdis PRKP Pemkab Bangkalan Ruly Yunis Setiawati Tewas di Juanda, Keluarga Duga ASN Ini Dibunuh
Risang menambahkan, pihaknya juga sudah meminta keterangan dari keluarga dan rekan-rekan kerja korban di Dinas PRKP.
Hasilnya, tak ada satu pun yang mengenal terduga pelaku saat ditunjukkan dengan rekaman CCTV dan video yang beredar.
Suami Sakit Diabetes
Menurut Risang, status korban saat ini masih bersuami. Ia juga menepis rumor bahwa korban telah bercerai karena tak tinggal bersama satu rumah dengan suaminya.
"Korban ini memang janda, tapi menikah lagi dengan suaminya sekarang. Suaminya sekarang itu sakit diabet. Karena hari biasa kan korban sibuk kerja makanya gak tinggal bersama, tapi Sabtu Minggu pasti menjenguk," beber Risang.
"Korban dan suaminya ini berkecukupan, suaminya sekarang itu kontraktor, anak korban tunggal dari pernikahan sebelumnya. Kalau yang sekarang tidak ada (anak)," tandas Risang.
Wajah Terduga Pelaku
Dalam video berdurasi 33 detik yang menyebar di media sosial, terlihat terduga pelaku bersama korban. Begitu juga rekaman CCTV di Bandara Juanda memperlihatkan wajah terduga pelaku.
Bahkan kaus hitam dengan strip merah putih dan kacamata terlihat sama dengan pria bermasker yang terekam CCTV di Bandara Juanda.
Ruly dan terduga pelaku tampak mesra saat berswafoto bersama di sejumlah di taman, tempat makan hingga pinggir jalan. Pun dengan wajah pria tak bermasker dan tampak mengenakan celana serta sandal.
Menurutnya, video tersebut diunggah pada Jumat, 19 Juni 2026 di Alun -Alun Kota Batu. Sedangkan mobil dinas yang dikendarai pelaku tiba di Juanda pada 20 Juni 2026 atau keesokan harinya. Mayat korban kemudian ditemukan pada Rabu, 24 Juni 2026 siang.
"Unggahan korban itu hari Jumat 19 Juni malam menampakkan foto korban bersama laki-laki yang mengenakan kacamata dan kaus sama dengan yang CCTV di bandara," kata Risang.
Dengan petunjuk yang ada, lanjut Risang, ia berkeyakinan terduga pelaku sebenarnya telah ditangkap polisi dan tinggal dirilis saja.
"Iya (sudah ditangkap). Saya dapat infonya gitu, tapi kan ini info dari teman di Sidoarjo. Katanya tinggal dirilis saja," kata Risang.***




