POJOKSATU.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan meningkatkan gizi siswa di berbagai penjuru Indonesia, kini justru diwarnai kekhawatiran serius.

Dalam kurun waktukurang dari setahun serangkaian dugaan kasus keracunan makanan mencuat di berbagai wilayah, baik di Jawa maupun luar Jawa.

Di Jawa, insiden terjadi di Nganjuk, Sukoharjo, Batang, dan Cianjur, menyebabkan puluhan siswa mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program MBG.

Baca Juga: Kontroversi Program MBG: Netty Aher Desak BGN Evaluasi Setelah Insiden Keracunan dan Penggelapan Dana

Sementara itu, wilayah luar Jawa juga mencatatkan kejadian serupa di Nunukan (Kalimantan Utara), Pandeglang (Banten), Waingapu (NTT), dan Bombana (Sulawesi Tenggara).

Keluhan yang muncul beragam, mulai dari mual, muntah, pusing, hingga diare.

Berbagai pihak sekolah dan pengelola program memberikan tanggapan yang berbeda, mulai dari dugaan gangguan pencernaan biasa hingga alergi makanan.

Baca Juga: INFORMASI PENTING! Beasiswa Garuda yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Mendaftar!

Namun, Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengambil langkah investigasi mendalam untuk memastikan penyebab pasti dari rentetan kejadian ini.

Keamanan dan kualitas makanan dalam program MBG kini menjadi sorotan utama demi kesehatan dan keselamatan para siswa di seluruh Indonesia.***