POJOKSATU.ID - Kericuhan pecah di Kantor Bank BNI Pematangsiantar pada Jumat, 24 April 2026, ketika puluhan warga mendatangi lokasi tersebut secara serentak.

Kedatangan massa ini bertujuan untuk menuntut kejelasan nasib dana mereka yang diduga hilang atau tertahan.

Berdasarkan informasi yang beredar, total kerugian yang diklaim oleh para korban mencapai angka yang fantastis, yakni sebesar Rp4,2 miliar.

Masalah ini disinyalir berakar dari praktik investasi bodong yang dijalankan dengan kedok sebuah koperasi.

Baca Juga: Jangan Klik Link Sembarangan: Kenali Modus Penipuan Bansos via WhatsApp yang Mencatut Nama Kemensos

Para warga merasa terjebak oleh janji-janji keuntungan yang ditawarkan oleh pihak pengelola investasi tersebut.

Hingga saat ini, keterlibatan pihak bank dalam skema tersebut masih menjadi tanda tanya besar bagi publik.

Dalam aksi protesnya, warga mendesak pihak BNI untuk segera memberikan klarifikasi dan solusi konkret terkait aliran dana mereka.

Situasi di lokasi sempat memanas hingga memerlukan pengamanan ketat dari pihak kepolisian setempat agar tidak terjadi tindakan anarkis.

Baca Juga: Bupati Dadang Supriatna Soroti Khatib Tak Standar, Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Bandung Gelar Pelatihan Massal

Unggahan mengenai peristiwa ini pun viral di media sosial setelah dibagikan oleh akun bernama MANTO, yang juga menandai berbagai pihak berwenang.

Publik berharap pihak seperti DPR RI dan penegak hukum segera turun tangan untuk mengusut tuntas kasus ini.

Kerugian materiel yang dialami warga tentu berdampak besar pada stabilitas ekonomi keluarga para korban di Pematangsiantar.

Transparansi dari pihak perbankan dan koperasi sangat dinantikan guna memulihkan kepercayaan masyarakat.

Investigasi mendalam diperlukan untuk mengungkap siapa aktor intelektual di balik skema investasi yang merugikan ini.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat luas untuk selalu waspada terhadap tawaran investasi dengan iming-iming hasil yang tidak masuk akal.***