POJOKSATU.id, JAKARTA—Dua pekan usai ledakan bom yang terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta Utara, hingga Jumat (21/11), sebanyak tiga siswa masih dirawat di beberapa rumah sakit.
Dari 96 korban ledakan baik guru, siswa dan masyarakat lain yang hadir di masjid saat itu, tersisa tiga korban lagi yang masih dirawat di RS Yarsi, RSCM dan RS Polri.
Untuk pelaku yang juga siswa di sekolah ini, Fadel Nazril, belum dimintai keterangan oleh polisi disebabkan kondisinya belum sepenuhnya pulih.
"Pasien tinggal tiga orang, masing-masing di RS Yarsi, RSCM, dan RS Polri," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto, Kamis (20/11).
Baca Juga: Lokasi Pesawat Jatuh di Karawang Dijaga Ketat TNI
Polisi juga masih berupaya meminta keterangan dari pelaku ledakan di SMAN 72 yang merupakan siswa di sana.
"Kemarin masih dalam proses meminta keterangan saksi, keluarga ABH (pelaku), puslabfor dan dokter psikologis," kata Budi.
Pelaku Belum Diperiksa
Sementara itu pelaku ledakan bom, Fadel Nazriel, belum juga dimintai keterangan oleh polisi usai dua minggu pascaledakan.
Kombes Bhudi Hermanto mengatakan, kondisi pelaku belum layak untuk dimintai keterangan.
“Dari dokter menyatakan itu belum (layak dimintai keterangan), karena dia masih bengong, terus ngomong sebentar kadang masih kayak belum pulih sepenuhnya,” ujar Bhudi kepada wartawan, Jumat (21/11/2025).
Baca Juga: Bahan Bom Potassium Chloride Dibeli Pelaku Siswa SMAN 72 via Online, Kelabui Ortu Saat Terima Barang
Selain itu, dokter baru melepas alat bantu makannya dan masih beradaptasi dalam pemulihannya.
Diketahui, ledakan terjadi di masjid SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11) sekitar pukul 12.15 WIB bertepatan dengan pelaksanaan salat Jumat yang diikuti siswa dan guru serta elemen lain di sekolah.
Lokasi masjid berada di dalam kompleks Kodamar TNI Angkatan Laut, Kelapa Gading, Jakarta Utara.***




